Pulau Serangan

Pulau Serangan

Berpuluh tahun yang lalu pulau Serangan merupakan salah satu rumah bagi beberapa jenis penyu laut. Tidak salah, kalau pulau ini juga dikenal dengan julukan “ Pulau Penyu”. Namun akibat ulah manusia dan perubahan alam, kini populasi penyu yang bertelur di pulau ini sulit ditemukan kecuali pada musim tertentu. Pulau yang dikelilingi hutan Mangrove ini terletak di kawasan Denpasar Selatan, tepatnya beberapa meter diseberang jalan dari Lotte Mart (Super Market Makro), di jalan By Pass Ngurah Rai.

Pulau Serangan dulunya adalah sebuah pulau kecil di sebelah tenggara Bali yang hanya bisa dicapai dengan menggunakan perahu. Pulau Serangan yang kita temui sekarang adalah merupakan hasil reklamasi atau buatan manusia, reklamasi pulau Serangan ini atas prakarsa putra mantan presiden Soeharto, Tommy Soeharto. Awalnya reklamasi ini ditujukan untuk membuat sebuah resort dengan kelengkapan tempat wisatanya, namun entah kenapa tidak terealisasi dan malah terabaikan.

Lokasi pulau ini sangat strategis, letak goegrafisnya dikelilingi destinasi wisata utama Tanjung Benoa dan Nusa Dua di selatan. Kawasan Sanur disebelah timur dayanya, disebelah barat ada kawasan Pelabuhan Laut Benoa.Sedangkan jantung kota Denpasar ada disebelah utara dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Luas wilayahnya 523 hektar, dengan lahan 48 hektar milik Desa Adat Serangan dan lahan milik Manejemen Bali Turtle Island Development (BTID) seluas 476 hektar. Hak kepemilikan wilayah ini memang terbelah saat terjadinya reklamasi yang dilakukan BTID.

Di pulau ini terdapat beberapa obyek wisata yang cukup menarik, diantaranya : pantai Serangan, konservasi penyu(Turtle Conservation and Education Center), konservasi ikan dan terumbu karang(Serangan Marine Garden) dan kandang terapung lumba-lumba yang dikelola oleh Dolphin Lodge Bali. Selain obyek wisata, tempat ini juga sering dijadikan tempat untuk memancing dan belajar mengendarai mobil. Bisa kita jumpai beberapa mobil yang beputar kesana-kemari setelah kita melintasi jembatan menuju desa adat. Karena dari pengelola setempat disediakan lokasi khusus bagi mereka yang ingin belajar mengendarai mobil. Disepanjang jalan tepi pantai pun terdapat orang-orang yang sedang memancing, bahkan kita bisa menjumpainya hampir disetiap sudut dari pulau ini. Sebagian penduduk desa adat juga menyediakan jasa antar jemput untuk memancing dan mengelilingi hutan mangrove yang ada di pulau ini. Tidak heran kalau disepanjang jalan menuju desa adat selalu ada ikan bakar yang dijajakan dan perahu-perahu disekitar desa adat.

Harga Ticket

menu utama

Photo Gallery