Pesona Mangrove di Tengah Kota Denpasar

Hutan Mangrove

Hutan Bakau atau biasa disebut dengan Hutan Mangrove merupakan hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi perlumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawa dari hulu.

Di Indonesia banyak terdapat Hutan Mangrove yang cukup luas dan tersebar di berbagai  wilayah. Di Bali Hutan Mangrove tersebar di beberapa lokasi dengan total areal seluas 3067,71 Ha, yang  terdiri dari 2177,5 Ha berada dalam kawasan hutan dan 890,21 Ha di luar kawasan hutan. Terdapat Tiga lokasi terluas dimana terdapat hutan mangrove, diantaranya di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai (1373,5 Ha), Nusa Lembongan (202 Ha), dan Taman Nasional Bali Barat (602 Ha).

Untuk Hutan Mangrove di Tahura Ngurah Rai terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai, tidak sulit untuk menemukan lokasi Hutan Mangrove ini. Berada di sebelah kiri jalan By Pass Ngurah Rai jika Anda dari Sanur menuju ke arah Bandara Udara Ngurah Rai. Jika Anda melihat sebuah papan bertuliskan “Badan Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I”, Anda tinggal belok ke kiri dan akan menemukan kawasan Hutan Mangrove.

Proyek Pengembangan Pengelolaan Hutan Mangrove Lestari dibantu JICA dalam melaksanakan proyek pada tanggal 4 Nopember 1992 sampai dengan tahun 1999. Tujuannya adalah untuk melaksanakan investasi guna mendukung kegiatan reboisasi dan pengelolaan hutan mangrove berkelanjutan. Hasilnya adalah rehabilitasi hutan mangrove seluas 253 Ha. Proyek ini dilanjutkan dengan proyek lanjutan sebagai sarana pendistribusian hasil proyek terdahulu kepada masyarakat dengan memperkuat sistem penyuluhan dan pengelolaan hutan mangrove secara lestari, pada tanggal 15 Mei 2001 dan berakhir tanggal 14 Mei 2004 dengan nama Proyek Pusat Informasi Mangrove (Mangrove Information Center/MIC). Kantor MIC berada di tengah kawasan Tahura Ngurah Rai.

Setelah memasuki pintu masuk kawasan Hutan Mangrove ini, Anda akan disajikan pemandangan Hutan Mangrove yang luar biasa indahnya. Sejauh mata memandang yang nampak adalah rimbunan warna hijau dan sungai berwarna coklat. Sayangnya masih banyak penggunjung yang belum memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan terlihat dari masih banyaknya sampah dibuang sembarangan. Seringpula terlihat beberapa orang yang sedang asyik memancing tersembunyi di antara pohon-pohon mangrove.

Kawasan hutan mangrove ini sangat besar dan luas, Anda dapat mengelilingi Hutan Mangrove dengan melewati jembatan kayu tradisional dan sederhana. Jembatan ini sangat panjang mengitari kawasan Hutan Mangrove, di beberapa titik terdapat menara pantau  dan pondok peristirahatan. Anda dapat berhenti sejenak untuk beristirahat sambil menikmati keindahan alam, merasakan angin yang bertiup sepoi-sepoi, dan mengamati beberapa satwa penghuni Hutan Mangrove.

Selain sebagai penyerap air, menahan gelombang pasang air laut, menjadi tempat berkembang biak berbagai spesies tumbuhan maupun hewan dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Hutan Mangrove juga dikelola sebagai obyek wisata. Tempatnya yang sejuk dan masih terdapat beberapa satwa liar serta beberapa spesies tumbuhan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun non-domestik. Dengan keindahan yang dimilikinya, ada sebagian orang yang menjadikannya sebagai latar pengambilan foto pre-wedding. Tempat ini dibuka untuk para pengunjung mulai jam 8 pagi sampai jam 6 sore.

(Sika, Mei 2011)
Sumber foto : koleksi www.wisatakuliner.com

Harga Ticket

mulai Rp 5.000,- per orang

Photo Gallery