Pembuatan Garam di Amed Purwakerti

Pembuatan Garam Tradisional

Pantai Amed memang dikenal dengan kegiatan renang, snorkeling dan diving. Keindahan alamnya mampu menarik perhatian para wisatawan manca negara, terutama keindahan bawah lautnya. Sehingga tidak heran kalau lebih banyak wisatawan mancanegara yang sering dijumpai jika dibandingkan dengan wisatawan lokal ketika singgah di Pantai Amed.

Selain itu, di area Amed juga bisa ditemukan para petani garam yang proses pengolahannya masih dikerjakan secara tradisional. Mulai dari proses penyaringan air laut sampai sudah menjadi garam yang bisa dipasarkan. Salah satu petani garam bisa kita jumpai di Amed Purwakerti, disebelah kanan jalan menuju arah Culik, Karangasem.

Ketika tim wisatakuliner.com singgah ke tempat salah satu petani garam, kebetulan mereka sedang memanen garam. Prosesnya memang masih benar-benar tradisional, air laut yang sudah disaring dan ditaruh di dalam potongan pohon kelapa yang sudah dibelah dan dikeruk bagian tengahnya. Dan setelah mengkristal, baru dikeruk menggunakan dua buah bambu kecil yang cukup panjang dan ujungnya diberi pengeruk berbahan plastik. Meski dikerjakan secara tradisional, hasil garam olahanya cukup putih dan bersih. Biasanya para petani garam ini memasarkannya secara langsung kepada pengunjung sebagai souvenir atau dijual ke pasar maupun para pengepul garam. Harganya pun beragam tergantung ukuran kemasan, berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000.

Photo Gallery