Kintamani

Kintamani

Kintamani merupakan kawasan wisata pemandangan alam pegunungan yang sangat unik dan menakjubkan, yang berada di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia. Di sini terdapat tempat yang disebut Penelokan, yang berarti tempat atau lokasi paling strategis untuk melihat-lihat. Dari penelokan ini kita dapat menyaksikan pemandangan alam yang sangat menakjubkan, kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera yang oleh wisatawan-wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah  dan salah satu yang  terbesar di dunia. Kaldera ini berukuran 13,8 x 10 km, sedangkan pematang kaldera tingginya berkisar anatara 1267 m -2152 m. Untuk Danau Batur yang berbentuk bulan sabit  yang menempati bagian tenggara memiliki panjang sekitar 7,5 km ; lebar 2,5 km; kelilingnya sekitar 22 km dan luasnya 16 km2.

Konon menurut cerita dalam Lontar Susana Bali, Gunung Batur merupakan puncak dari Gunung Mahameru di India yang dipindahkan oleh Margasari Dewa Pasupati (Siwa) dan membaginya menjadi dua bagian. Satu bagian dibawa dengan tangan kirinya, dan satu bagian dibawa dengan tangan kanannya. Belahan yang dibawa dengan tangan kanannya menjadi Gunung Agung tahta bagi anaknya, Dewa Putranjaya (Mahadewa Siwa) dan yang dibawa dengan tangan kirinya menjadi Gunung Batur untuk Dewi Danu atau dewi air danau. Pada waktu tertentu seluruh umat Hindu dari berbagai daerah di Bali datang ke Batur menghaturkan Suwinih untuk mengusir bencana hama yang menimpa ladang mereka.

Gunung Batur merupakan gunung berapi yang masih aktif di Bali. Gunung ini sudah berkali-kali  meletus, yang tercatat dalam sejarah dimulai sejak tahun 1804 dan letusan terakhir pada tahun 2005, selama rentang waktu tersebut gunung ini telah meletus sebanyak 26 kali dan yang paling dahsyat terjadi tanggal 2 Agustus hingga 21 September 1926. Letusan Gunung Batur itu membuat aliran lahar panas menimbun Desa Batur dan pura Ulun Danu Batur. Desa Batur yang baru kemudian dibangun kembali di pinggir kaldera sebelah selatan Kintamani. Sedangkan pura Ulun Danu Batur juga ikut dipindahkan dan dibangun kembali, pura ini merupakan persembahan untuk Dewi penguasa air, Dewi Danu.

Di Kintamani ini juga terdapat beberapa rumah makan yang memberikan tempat dimana kita bisa menikmati makanan sambil menikmati pemandangan alam Gunung Batur dan Danau Batur secara terbuka dan lepas. Rumah makan ini dapat dengan mudah ditemukan di sepanjang jalan menuju Penelokan. Pada hari-hari libur rumah makan ini cukup ramai dengan wisatawan yang memilih menikmati keindahan pemandangan dengan duduk bersantai tanpa terganggu oleh pedagang-pedagang yang menawarkan barang-barang dagangan mereka.

Setelah puas menikmati keindahan alam pemandangan Gunung Batur dan danaunya di Penelokan atau di rumah makan, dari sini kita memiliki 2 alternatif melanjutkan perjalanan di Kintamani. Pertama kita bisa melanjutkan arah menuju Desa Batur, di desa ini kita bisa berkunjung ke Pura Batur. Alternatif kedua kita bisa turun ke pusat Desa Kedisan untuk selanjutnya menyeberang melintasi danau ke sebuah desa tua yang bernama Trunyan. Di desa Trunyan ini kita bisa melihat peradapan Bali kuno yang disebut Bali Aga, dimana di desa ini orang-orang yang sudah meninggal tidak dikubur tetapi diletakkan begitu saja di bawah sebuah pohon. Uniknya mayat-mayat ini tidak mengeluarkan bau sama sekali. Jika Anda tidak ingin mengunjungi desa Trunyan ini, mungkin anda bisa memilih untuk merilekskan badan sesaat  dengan berendam di kolam air panas di Toya Bungkah. Air panas disini berasal dari kaki Gunung Batur, masyarakat disini percaya bahwa air disini dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Harga Ticket

menu utama

Photo Gallery