Kebun Raya Bali

Kebun Raya Bali

Kalau mendengar tentang kebun raya, ingatan kita selalu tertuju pada Kebun Raya Bogor. Namun Pulau Dewata juga memiliki Kebun Raya, kebun raya ini bernama Kebun Raya Bali atau dikenal juga dengan nama Kebun Raya Eka Karya Bali. Kebun Raya Bali merupakan kebun raya pertama yang didirikan oleh putra-putri bangsa Indonesia tanpa campur tangan pihak asing.  Berdiri sejak tahun 1959 dengan luas ±50 ha, namun hingga kini luasnya mencapai ±157,5 ha. Kebun Raya Bali berada di kawasan Bedugul dengan ketinggian sekitar 1.250-1.450 mdpl. Karena lokasinya yang berada di dataran tinggi, sehingga memiliki suhu antara ± 18-20°C, sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga maupun sahabat sambil menikmati keindahan alam.

Jalan untuk menuju Kebun Raya Bali juga cukup mudah, bisa diakses menggunakan bus pariwisata, kendaraan pribadi, sepeda motor maupun kendaraan umum. Tapi untuk kendaraan umum kurang direkomendasikan, selain jadwalnya yang tidak bisa dipastikan jumlahnya juga sedikit yang mengakses jalur ini. Kebun Raya Bali hanya dibuka untuk pengunjung mulai dari 8 pagi sampai jam 6 sore setiap hari. Kecuali pada hari raya nyepi, Kebun Raya Bali tidak menerima pengunjung. Kalau dari arah Denpasar, jaraknya ±60 Km ke arah Singaraja, bisa ditempuh dengan waktu ±2 jam.

Ada banyak spesies tumbuhan dan beberapa jenis hewan yang terdapat dalam Kebun Raya Bali. Seperti anggrek, kaktus, mawar, begonia, tumbuhan paku, tumbuhan obat, tumbuhan air hingga tumbuhan untuk keperluan upacara adat bagi masyarakat Bali. Sedangkan untuk hewannya ada beberapa jenis burung yang bisa kita amati, terutama pada pagi atau sore hari, tupai, monyet, ayam hutan dan kupu-kupu. Namun hewan-hewan tersebut sangat jarang bisa kita jumpai, mungkin hanya pada saat tertentu saja.

Selain berbagai jenis tumbuhan dan hewan, di Kebun Raya Bali juga terdapat beberapa pura, patung, perpustakaan, gedung serba guna, lapangan olah raga dan juga rumah Begonia. Butuh waktu yang cukup lama untuk menjelajahi seluruh kawasan kebun raya. Bagi para pengunjung yang ingin bermalam di kawasan Kebun Raya Bali, pihak pengelola Kebun Raya juga menyediakan beberapa jenis penginapan bagi para pengunjung. Ada guest house VIP (sebuah mes yang berstandar hotel bintang tiga), guest house etnobotani (4 buah bungalow yang didesain dengan gaya rumah Bali tradisional) dan juga guest house peneliti (mes sederhana yang sangat cocok untuk para backpacker). Semua penginapan yang disediakan oleh pihak pengelola jumlahnya cukup terbatas dengan harga yang sesuai dengan tipe masing-masing.

Selain sebagai tempat wisata, area Kebun Raya Bali juga sering digunakan sebagai tempat untuk melakukan penelitian, konservasi, pendidikan dan juga kunsultasi. Seperti yang terlihat ketika tim wisatakuliner.com tiba pada weekend kemarin. Ada banyak gerombolan pelajar yang terlihat disetiap sudut kebun raya, bahkan ada juga gerombolan yang mengenakan seragam sekolahnya. Tim juga sempat berjumpa dengan rombongan yang baru datang dari Kota Solo.

Ketika tim kami tiba pada siang hari,suasananya sudah ramai. Di area parkir sudah ada beberapa bus pariwisata yang terparkir rapi, dan beberapa kendaraan pribadi yang sedang mengantri memasuki pintu gerbang utama. Ada dua pintu utama untuk memasuki wilayah Kebun Raya, melalui pintu gerbang utama yang biasanya dilewati oleh kendaran pribadi. Dan pintu gerbang kedua yang ada di sebelah kanan sebelum memasuki gerbang utama. Biasanya bus pariwisata, truk dan kendaraan roda dua yang memakai pintu ini. Untuk memasuki kawasan Kebun Raya Bali, kita harus membayar tiket masuk sebesar 7 ribu rupiah untuk para pengunjung, 3 ribu rupiah untuk parkir kendaraan roda dua, 6 ribu rupiah untuk kendaraan roda 4 dan 12 ribu rupiah untuk bus maupun truk. Sedangkan untuk rombongan dan anak-anak atau pelajar diberlakukan diskon khusus sesuai dengan kententuan dari pihak pengelola Kebun Raya Bali.

Harga Ticket

Rp. 7.000/orang

Photo Gallery