Karya Sang Maestro yang Memukau di Museum Blanco

museum mario blanco

Ubud dikenal sebagai jantung seni dan budaya di Bali, pesonanya membuat siapa saja langsung jatuh hati begitu sudah menapakkan kaki di atas daratan yang juga memiliki segudang deretan nama seniman-seniman di Bali ini. Seperti Antonio Blanco yang dikenal karena goresan tangannya di atas kanvas yang bertema erotis dan feminism, karena selalu menjadikan perempuan sebagai inspirasinya. Seniman campuran Amerika-Spanyol ini memilih menetap di Bali karena menurutnya Bali adalah inspirasi sempurna bagi para pelukis seperti dirinya. Karya lukisnya bisa kalian temukan di Museum Blanco.

Untuk mencari lokasi museumnya, kalian hanya perlu menyusuri jalan Panestan atau bisa melalui jalan raya Ubud lalu masuk ke jalan Panestan. Lokasi Museum Blanco yang ada di atas bukit dan dikelilingi oleh Sungai Campuhan membuat alam di sekitarnya begitu sejuk dan adem. Kalian juga perlu berhati-hati karena jalan untuk mencapai lokasinya lurus menanjak dan berkelok-kelok.

Setelah menikahi salah satu penari Bali terkenal di Ubud, Ni Rondji pada tahun 1953. Antonio Blanco kemudian mendirikan sebuah studio dan museum lukis yang sekarang diteruskan oleh anak keduanya yang juga mewarisi bakat seni dirinya. Berbeda dengan sang ayah, Mario Blanco selalu menjadikan pemandangan alam sebagai objek lukisannya. Sepeninggal sang ayah,  pada tahun 2000 Mario Blanco kemudian me-launching Museum Blanco ini.

Saat memasuki kompleks museum, kalian akan menemukan patung dewa Siwa yang sedang menaiki seekor lembu dan tidak beberapa lama kalian akan menemui sebuah gapura yang bentuknya terinspirasi dari gabungan tanda tangan Antonio Blanco. Gapura inilah yang selanjutnya akan membawa kalian ke galeri lukisan sang maestro, atap plafondnya berbentuk dome (kubah) dan bangunannya terdiri dari dua lantai dan terlihat megah dengan warna-warna yang mencirikan karya lukis renaissance Antonio Blanco.

Arsitektur bangunan museum Mario Blanco ini merupakan perpaduan gaya Bali dan Eropa. Berdiri di atas tanah yang merupakan hadiah pemberian dari raja Ubud, kalian tidak hanya bisa melihat galeri lukisan tapi juga bisa menikmati sajian makanan dan minuman yang berada di restauran Rondji yang letaknya ada di sebelah taman depan gapura utama.

Museum ini buka mulai pukul 09.00-17.00 dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 30.000 untuk wisatawan lokal sedangkan Rp. 80.000 untuk wisatawan mancanegara. Kalian juga bisa melihat satwa langka yang dilestarikan di dalam taman dekat galeri lukisan seperti burung jalak Bali dan bisa berswafoto dengan burung lainnya di sekitar taman.

(Novita, September 2017)

Harga Ticket

Rp. 30.000 (untuk wisatawan lokal) dan Rp. 80.000 (untuk wisatawan mancanegara)

Photo Gallery