Jati Luwih

Jatiluwi

Jatiluwih merupakan salah satu desa pariwisata dunia yang berada di wilayah kecamatan Penebel, Tabanan, Bali. Sebuah desa yang memiliki keindahan alam serta udara yang sejuk,membuat banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke desa ini. Selain untuk menikmati keindahan alamnya, juga untuk mengabadikan pemandangan alam yang berbeda setiap musimnya. Di desa ini kita bisa menemukan hamparan sawah yang sangat luas, sepanjang mata memandang hanya terdapat sawahdengan pola terasering berundak yang tersusun rapi. Jatiluwih juga dikenal dengan desa wisata beras organik atau Farm Organic.

Seperti sawah pada umumnya, semua sawah di desa ini ditanami dengan tanaman padi. Namun yang membuatnya berbeda dan lebih istimewa adalah padinya menghasilkan beras merah dan perawatannya tanpa menggunakan bahan kimia atau hanya menggunakan pupuk organik. Sedangkan untuk pengairannya berasal dari sumber mata air yang berada di sekitar daerah ini. Tak heran bila kita masih bisa menjumpai ekosistem berbagai jenis binatang yang hidup di sawah, seperti belalang, ikan kecil dan beberapa jenis hewan yang tinggal di dalam tanah.

Di setiap pergantian musim tanam, pemandangan alam yang disuguhkan di Jatiluwih selalu berbeda. Mulai dari pengolahan sawah, penanaman padi yang membuat desa ini menjadi hamparan karpet hijau hingga saat musim panen. Saat menjelang musim panen, seluruh hamparan sawah berundak berubah menjadi berwarna kuning. Tapi warna kuningnya terlihat begitu cerah, segar dan bening. Tinggi tanaman padi disini berbeda dengan padi di tempat-tempat lain, bisa mencapai lebih dari satu meter. Meski musim panen telah tiba tempat ini tetap sejuk dan indah, karena desa ini berada di dataran tinggi. Di sekitar sawah juga tersedia beberapa tempat istirahat dan bersantap makanan yang cukup sederhana, membuat tempat ini tetap alami dan selalu menyatu dengan alam tanpa ada perubahan modern yang mempengaruhinya.

Sebagai oleh-oleh dari desa ini, kita bisa membeli beras merah dari salah satu toko yang menjualnya. Harganya terbilang cukup mahal, untuk satu kilo dijual dengan harga 15 ribu rupiah. Meski harganya terbilang mahal, namun cukup sebanding dengan kualitas dan khasiat beras merah itu sendiri. Selain itu, tempat ini sangat bagus digunakan untuk foto prewedding karena pemandangannya yang sangat indah dan menakjubkan.

Photo Gallery