Hidden Canyon Beji Guwang Gianyar

hidden canyon

Satu lagi tempat wisata tersembunyi di Bali yang perlu kalian tahu. Namanya Hidden Canyon Beji Guwang yang terletak di kota Gianyar. Tempatnya lagi fresh nih buat para wisatawan lokal maupun mancanegara, dan lokasinya memang tersembunyi dengan rute dan rintangan  yang nggak mudah lho. Bagi kalian yang menyukai tantangan pas sekali menjajal tempat wisata yang nggak jauh dari Pasar Seni Sukawati, Gianyar ini.

Hidden canyon atau yang disebut ngarai tersembunyi ini, lokasinya juga nggak jauh dari Denpasar lho, cuman 15-20 menit ke arah timur. Banyak wisatawan yang penasaran dengan ngarai yang satu ini dan ingin mencoba untuk menuju lokasinya. Jadi wisatakuliner.com tentunya nggak mau ketinggalan dong.Hehe..

Begitu sampai di lokasi, kalian cukup membayar parkir se-goceng untuk mobil. Setelah itu kalian perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 15.000 aja. Dengan kondisi jalan yang lumayan ekstrim dan berbahaya jadi wisatakuliner.com menggunakan pemandu untuk menjelajah ngarai, mereka ini akan mendampingi kalian selama perjalanan dan akan jauh lebih cepat dan aman untuk kembali lagi nantinya, guys. Untuk mendapatkan pemandu kalian cuman perlu menambahkan Rp. 100.000 aja. Lumayan mahal sih, tapi ini setimpal karena medannya cukup rumit dan berbahaya.

Setelah mendapat pemandu kalian akan diajak menuruni beberapa anak tangga, pemandu akan meminta kalian melepaskan sandal dan meletakkannya di dalam tas mereka, karena sangat disarankan untuk bertelanjang kaki nih guys supaya lebih gampang nantinya melewati medan tebing yang curam.

Perjalanan dimulai dengan melewati batu-batu besar dengan beberapa sisi sungai yang dalam, menurut pemandu yang wisatakuliner.com panggil “bli” (panggilan kakak laki-laki di Bali) ini, tinggi air di bawah ngarai  kurang lebih bisa sampai 6 meter ditambah tepian tebing yang licin karena ditumbuhi lumut dan basah, kurang ngeri apa lagi coba. Bahkan saat melewati tebing yang sempit dan berpindah dari batu satu ke batu yang lainnya, wisatakuliner.com hanya bisa memegang sulur-sulur akar pohon dengan kuat. Syukurnya nggak lemes duluan, hehe..

Disini ada dua pilihan short trip dan long trip nih, guys. Karena sudah kehabisan tenaga wisatakuliner.com cuman bisa melewati short trip aja, mengingat long trip menghabiskan waktu yang lumayan lama, bisa sampai 2 jam lamanya. Pemandu juga akan memberikan kalian waktu untuk beristirahat, jadi kalian bisa mengambil foto. Tapi tetap hati-hati ya dengan handphone atau kamera kalian, kalau sampai jatuh ke dalam sungai, bisa nangis sebulanan, hehe..malah jauh lebih baik kalau kalian nggak membawa banyak barang guys karena sangat beresiko.

Suasana di dalam ngarai ini sangat sejuk dan alami,betah rasanya berlama-lama disini. Ditambah lagi cahaya matahari yang menerobos di antara bebatuan memberi nuansa berbeda yang membuat bebatuan disini tampak lebih mengilap. Apalagi kalau kalian memutuskan untuk menyusuri ngarai ini di waktu pagi hari, karena bebatuan di tebing ini akan terlihat putih mengkilap. Belum lagi di antara dinding-dinding ngarai yang menjulang tinggi ini, air menetes dari tumbuhan-tumbuhan yang menjalar. Akar-akar pepohonan tua juga menghiasi tepian sungai. Bahkan kalau lagi beruntung, kalian bisa menemukan ikan-ikan yang sedang berenang di dasar saat air sungai sedang jernih. Benar-benar satu pemandangan yang eksotis, kan? Tertarik untuk mencobanya?

(Novita, Agustus 2017)

Sumber foto: @aasiyaaslam dan @viedossantos

 

Harga Ticket

*Harga Normal: Rp. 15.000 (ditambah Rp. 100.000 dengan pemandu)

Photo Gallery