Gua Istana Maharani

gua istana maharani

Gua Maharani sangatlah menarik karena terletak di dekat pantai yang kurang lebih 500 m dan berada di tepi jalan Gresik-Tuban tepatnya di kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Salah satu keajaiban alam berupa Gua Istana Maharani yang menyimpan keindahan alam lebih spesifik dan unik diatas rata-rata gua wisata yang lain. Bahkan menurut prof Dr. KRT. Khoo ahli perguaan internasional dari yayasan Speleologi Indonesia di Bogor menilai bahwa stalaktit dan stalakmit di gua istana Maharani masih hidup karenanya keindahan gua ini bisa disejajarkan dengan gua Altamira di Spanyol. Gua Mamonth dan Carlsbad di Amerika Serikat serta Goa Coranche di Perancis. Gua yang menyimpan sejuta keindahan ini berada dikedalaman 25 m dari permukaan tanah dengan rongga gua seluas 2500 m2.

Gua Istana Maharani menyimpan keindahan alam lebih spesifik, memiIiki keindahan di atas rata – rata goa wisata di Indonesia. Bahkan komentar beberapa ahli pergoaan, wartawan dan wisatawan, menilai goa ini memiliki kesejajaran dengan goa-goa wisata terkenal di Luar negeri seperti Goa Altamira di Spanyol, Goa Mammoth dan Carlsbad di Amerika Serikat serta Goa Coranche di Perancis.

Stalaktit dan stalagmit yang tumbuh di dalam goa dapat meman­carkan cahaya warna warni bila terkena cahaya. Menyadari kelebihan tersebut Pemerintah Daerah Lamongan mengelolanya sebagai obyek wisata primadona disamping Tanjung Kodok dan situs purbakala Makam Sunan Drajat. Fasilitas yang dibangun dibagi dalam tiga zone yaitu zone umum, zone peralihan dan zone inti, lokasi goa ini 100 m ketimur dari Tanjung Kodok.

Ditemukan pada 6 Agustus 1992 oleh sekelompok penambang  fosfat yang dimandori oleh Sunyoto. Gua Maharani kemudian diresmikan oleh  Bupati Lamongan pada tanggal 10 Maret 1994 sebagai salah satu obyek wisata di  Kabupaten Lamongan. Konon, pada malam sebelum gua itu ditemukan,  istri Sunyoto bermimpi melihat bunga-bunga yang bercahaya sangat indah dan dijaga  oleh dua ekor naga raksasa. Mimpi tersebut dianggap sebagai wangsit (petunjuk)  sebelum para penggali tambang menemukan gua. Berdasarkan mimpi tersebut, Sunyoto  mengusulkan kepada Bupati Lamongan (ketika itu Mohamad Faried) agar gua yang ditemukannya  diberi nama Gua Istana Maharani. Pasalnya, keindahan yang tampak dari stalaktit  dan stalagmit (gugusan batuan kapur pada langit-langit dan lantai gua) dianggap  menyerupai keindahan istana.

Di dalam Goa memang terdapat stalaktit – stalagmit yang menyerupai singgasana Maharaja, flora dan fauna, yang sangat indah bersinar – sinar seperti mutu manikam intan baiduri. Dari tetesan air bebatuan gamping yang menyerupai karang sejak jutaan tahun yang lalu secara alami endapannya mengkristal membentuk berbagai perwujudan yang sangat mengagumkan. Sungguh merupakan keajaiban dunia tanda Kebesaran Tuhan.

Batu-batuan kapur yang tercipta di gua ini membentuk  berbagai wujud yang sangat mengagumkan. Stalaktit dan stalagmit tersebut ada  yang disebut Lingga Pratala (me­nyerupai alat vital laki-laki), Yoni Pratiwi  (alat vital perempuan), Cempaka Tirta (bunga kantil), Karang Raja Kadal  (menyerupai dinosaurus), Selo Gajah (menyerupai kepala gajah), bunga Mawar,  pohon Beringin dan berbagai bentuk lainnya yang unik dan indah. Menurut  penelitian Dr. K.R.T. Khoo, seorang ahli gua dari Yayasan Speleologi Indonesia  di Bogor, stalaktit dan stalagmit di Gua Istana Maharani masih  “hidup” dan terus tumbuh sekitar 1 cm tiap sepuluh tahun.

Menurut cerita mimpi setelah semedhi beberapa penduduk, didalam goa sering terlihat puteri cantik seperti Roro Ayu Mantili dari kerajaan fiksi Madangkara diiring dua dayang dan punggawa. Namun melihat struktur dan berbagai bentuk stalaktit dan stalagmit didalam goa ada yang melukiskan seperti Keraton Kiskendo.

Kini perbedaan luar biasa juga ditemukan pada bangunan Gua Maharani yang dulu hanya menawarkan wisata tentang gua. Memang alam yang ditawarkan berbeda dengan mulanya karena terdapat bangunan yang dikemas layaknya alam di kebun binatang. Anda akan menemukan tiga ruangan baru yang ditawarkan. Di antaranya, Hall Diorama Satwa, Baby Zoo, dan Gems Stone Gallery yang terdapat fosil batu-batuan. Sebelum masuk ke areal Gua Maharani, penglihatan kita akan disudutkan pada pemandangan beragam aneka satwa dalam kandang dengan variasi latar belakang.

Meski terbilang baru, koleksi binatang yang dimiliki cukup banyak, mulai monyet, burung merak, kijang, dan satwa flamingo yang dibawa dari Amerika dengan keindahan paruh dan kaki berwarna kemerah-merahan, leher dan kaki panjang. Kawasan ini juga dapat dikatakan sebagai kebun binatang yang dimiliki Kabupaten Lamongan. Areal yang baru diresmikan ini berada di posisi yang melingkari Goa Maharani. Karena itu rutenya pun didesain menuju gua tersebut, tersedia tangga untuk menuruni gua yang berada di bawah.

Untuk menuju Gua Istana Maharani,  pengunjung bisa menuju Lamongan baik dari arah kota Surabaya maupun kota Tuban,  sebab Gua Maharani terletak di tepi jalan perlintasan arah Gresik-Tuban, Jawa  Timur. Jarak antara Surabaya-Lamongan sekitar 70 km,  sehingga dapat ditempuh dengan waktu + 1,5 jam menggunakan kendaraan  umum (bus) maupun kendaraan pribadi. Sedangkan dari arah Tuban yang berjarak 30  km, pengunjung dapat mencapai Lamongan dengan kendaraan umum atau pribadi  selama + setengah jam.

Harga Ticket

Rp 3.000 / orang

Photo Gallery