Goa Sumber Ngerong

Goa Sumber Ngerong

Berkunjung ke tempat-tempat wisata memang dapat memberi kesenangan tersendiri, selain untuk refresing, kita juga bisa lebih mengenal alam Indonesia yang beraneka ragam. Salah satu tempat wisata yang bisa kami kunjungi yaitu Wisata Sumber Ngerong atau yang lebih dikenal dengan Goa Ngerong. Lokasi wisata yang satu ini berada di Jl. Raya Rengel, Desa Rengel, Kec. Tuban. Untuk mencapai lokasinya cukup mudah, kalau dari arah Surabaya, setelah menemukan pertigaan Pakah dengan papan petunjuk jalan yang menuju ke arah Rengel, belokkan kendaraan menuju Jl. Plumpang. Setelah menempuh jarak ±20km (dengan mengikuti jalan utama), maka kita akan sampai dilokasi Wisata Sumber Ngerong berada. Lokasinya tepat di sebelah kanan jalan sebelum pertigaan.

Untuk dapat memasuki kawasan wisata ini, kita cukup membayar tiket masuk sebesar 3ribu rupiah untuk orang dewasa, dan 2ribu rupiah untuk anak-anak. Biasanya Goa Ngerong banyak dikunjungi pada musim liburan, terutama pada saat musim kemarau. Karena pada musim kemarau air sungainya sangat jernih, sehingga ribuan ekor ikan yang berenang kesana-kemari terlihat dengan sangat jelas. Selain ribuan ekor ikan yang berada di sungai tersebut, kita juga bisa melihat ribuan kelelawar yang menempel pada mulut gua. Tapi sayang, ketika Saya bersama tim wisatakuliner.com singgah ke lokasi sedang musim hujan, jadi air sungainya cukup keruh. Dan beruntungnya, meski sedang musim hujan, desa tersebut tidak banjir dan matahari cukup cerah. Dari informasi yang kami terima, kalau saat musim hujan tiba, kawasan ini sering menjadi langganan banjir hingga 2-3 hari baru surut.

Menurut mitos yang dipercaya masyarakat sekitar, dulu daerah Rengel merupakan kawasan yang sangat gersang. Hingga suatu saat, ada seorang sesepuh yang bernama Kyai Jalak Ijo menancapkan tongkatnya dan setelah dicabut, maka keluarlah sebuah mata air. Tidak hanya air yang mengalir, tapi juga ikan yang diikuti dengan kura-kura, ikan lele yang jumlahnya tidak sedikit. Tidak heran kalau pada pintu masuk terdapat relief seekor kura-kura yang diapit oleh seekor ekor tubuh duri dan ikan lele. Masyarakat sekitar menyebut ikan tersebut dengan nama ikan palung atau ikan dewa, ada juga yang menyebutnya dengan nama ikan bader. Ikan tersebut berwarna kuning keemasan dengan ukuran yang cukup besar, mungkin sebesar kaki orang dewasa. Informasi tersebut kami peroleh dari salah satu penduduk sekitar yang kami jumpai pada saat berada di Goa Ngerong. Hingga sekarang ikan tersebut dapat dengan mudah dijumpai di sungai yang mengalir di luar gua, biasanya ikan tersebut selalu keluar secara gerombolan. Masyarakat sekitar percaya bahwa siapa pun yang mengambil ikan yang ada di area sungai tersebut untuk dibawa pulang ataupun dimakan, maka akan mendapat keburukan bahkan sampai meninggal. Uniknya lagi ikan-ikan ini mayoritas hanya berenang di sekitaran gua hingga sungai dengan batasan jembatan saja, cuma satu-dua saja yang berani melebihi batasan itu.

Selain sebagai objek wisata yang menyimpan berbagai misteri, Goa Ngerong juga dijadikan sebagai tempat ziarah pada hari jum’at pahing menurut kalender Jawa. Dan fakta yang cukup unik tentang ikan-ikan yang berada di aliran sungai gua ngerong yaitu jumlahnya yang ribuan dengan beberapa jenis dan ukuran yang beragam, makanan ikan-ikan tersebut berupa biji kapuk (kèlèntèng), roti dan beberapa jenis makanan yang tidak lazim sebagai makanan ikan. Sudah ada beberapa tim ekspedisi yang melakukan penelurusan ke dalam gua tersebut, salah satunya yaitu tim ekspedisi dari Trans7. Dari penelusuran dapat diketahui bahwa di dalam gua terdapat air terjun dan sebuah dinding batu yang menjorok ke dasar sungai, sehingga kedalaman lorong gua ngerong tersebut tidak bisa diprediksi secara pasti. Bulus berwarna putih (albino) juga ditemukan didalam goa, warna bulus yang cukup berbeda ini mungkin juga disebabkan karena habitat hidupnya yang jauh tersentuh oleh sinar matahari. Mungkin kita akan merasa kebingungan untuk masuk ke dalam gua, karena dari luar terlihat dengan jelas bahwa ribuan kelelawar menghiasi seluruh mulut gua. Tapi tidak perlu khawatir, karena kelelawar-kelelawar tersebut akan mulai meninggalkan gua untuk mencari makan antara jam 5 sampai jam 7 malam. Dan mereka akan kembali lagi ke dalam gua pada pagi hari sekitar jam 4 pagi. Sehingga, siapa pun yang akan melakukan ekspedisi ke dalam gua ngerong harus memanfaat waktu tersebut dengan baik. Kecuali jika menginginkan terjebak di dalam gua ngerong bersama ribuan kelelawar sebagai penghuni terbesar gua tersebut.

Harga Ticket

Rp. 3000/Orang

Photo Gallery