Jejak Bali Aga di Desa Pengotan Bangli

desa pengotan

Satu lagi desa unik di kota Bangli yang layak kalian kunjungi selain desa Penglipuran. Desa yang menjadi tempat tinggal penduduk asli Bali Aga ini memiliki tatanan rumah yang menganut konsep jajar wayang, dimana rumah-rumah yang ada disini dikondisikan berjejer seperti wayang dari hulu ke hilir.

Nggak susah lho mencari keberadaan desa yang satu ini, kalau dari kota Denpasar jarak yang harus kalian tempuh adalah 50 km atau dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dengan kendaraan roda empat.

Berjalan di desa Pengotan ini kalian akan diantar pada jalan lurus yang berujung ke Pura Penataran Agung Desa Pengotan. Di sebelah kiri kanan jalannya yang terdapat deretan rumah yang hidup berkelompok menyerupai benteng-benteng kecil. Satu pekarangan rumah di kawasan desa Pengotan ini merupakan keluarga besar.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki ke desa ini benar-benar sepi dan terasa baget suasana desanya walaupun agak sedikit horor juga karena nggak ada satupun orang yang ada disana. Ternyata kawasan desa Pengotan ini merupakan rumah leluhur masyarakat Pengotan. Setiap satu keluarga memiliki sepasang rumah leluhur yang saling berhadapan, yaitu meten dan bale.

Rumah Meten difungsikan sebagai dapur, sedangkan rumah Bale sebagai tempat meletakkan sajian. Kedua rumah ini difungsikan untuk menggelar acara keagamaan dan adat di desa Pengotan. Pantesan desa ini benar-benar sepi nggak ada yang tinggal. Penduduk desa Pengotan sendiri lebih memilih tinggal dan membuat rumah di dekat ladang mereka.

Sebagai rasa cinta kepada leluhur, warga desa masih tetap melestarikan ritual adatnya seperti menggelar pernikahan massal yang digelar dua kali dalam satu tahun.Upacara ini biasanya digelar pada sasih (bulan) kedasa (Maret-April) dan kapat (Agustus-September).Menariknya yang menikah bisa sampai 70 pasangan pengantin lho!.

Kemudian juga ada pemakaman massal jadi nggak melalui proses kremasi karena langsung dimakamkan di pemakaman setempat. Upacara pemakaman massal berlangsung di sasih kesanga (Februari).

(Novita, September 2017)

Sumber foto: kadir-wareg_ban_makenyem

Harga Ticket

menu utama

Photo Gallery