Air terjun Kanto Lampo, Si Pelepas Penat yang Menyegarkan

air terjun kanto lampo

Air terjun yang satu ini berlokasi di banjar kelod kangin, kelurahan desa Beng, kabupaten Gianyar, Bali dan kurang lebih berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Denpasar.

Kalian yang baru pertama kali memutuskan untuk menuju air terjun Kanto Lampo ini, tidak perlu khawatir karena sudah ada penunjuk jalan yang akan mengarahkan kalian ke lokasi.  Tempat parkir yang disediakan juga cukup luas sehingga kendaraan roda dua sampai roda empat mudah terparkir. Kalian juga tidak dimintai membayar parkir, karena hanya perlu membawa Rp. 10.000 saja untuk memasuki objek wisata air terjun Kanto Lampo ini.

Nama Kanto Lampo diambil dari nama sebuah pohon  yang terdapat di sekitar lokasi, dengan ciri-ciri merupakan pohon besar, pada bagian luarnya halus tapi biji di dalamnya keras dan bentuknya kecil seperti juwet. Pohon Kanto Lampo ini berperan memberi udara bersih dan segar di lokasi objek wisata air yang satu ini.

Jumlah anak tangga yang ada disini juga tidak  terlalu melelahkan seperti kebanyakan air terjun di Bali yang memiliki jumlah anak tangga yang langsung membuat baju kalian kebanjiran keringat. Sampai di anak tangga terbawah suara gemuruh air terjun dan udara segar mulai jelas terdengar dan kalian rasakan. Brrr.. rasanya tidak sabar ingin langsung berendam dan melepas penat disini.

Pemandangan hutan yang alami seakan mengisi suasana air terjun Kanto Lampo yang asri dan sejuk dengan air yang langsung jatuh menghantam bebatuan hitam sehingga menghasilkan cipratan air dari segala sisi. Benar-benar pemandangan alam yang artistik dan loveable.

Beberapa pengunjung dapat berendam dan berenang di sungai yang memiliki kedalaman air yang tenang di salah satu sisinya. Diantara sungai ini dihimpit oleh tebing-tebing batu yang diselimuti oleh tanaman lumut hijau. Kalau sedang hujan tidak dianjurkan kesini, nggih. karena medan jalannya sangat licin. Perhatikan juga langkah kaki kalian jangan sampai terpleset dan jatuh.

Kalau spot yang biasa dijadikan tempat berfoto adalah di bawah air terjunnya langsung. Undakan batu membuat air jatuh beriringan dari segala sisi. Di bawah tebing setinggi 15 meter ini kalian bisa mencoba berbagai pose foto, asal yang tidak menantang maut, nggih hehe.. Pose favorit adalah duduk bersila seperti orang yang sedang asyik bertapa. Jadi semeton (kalian) ada yang tertarik untuk datang kesini?

(Novita, November 2017)

Sumber foto: Shinta Khafilla

Harga Ticket

Rp. 10.000/orang