Kerupuk Tengiri Cap Lumba-Lumba

Kerupuk Tengiri Cap Lumba-Lumba

Setelah puas menyantap nasi tahu dan sate serepeh di Warung Bu Slamet, salah satu rekan tim wisatakuliner.com ada yang masuk ke dalam sebuah kios yang tepat berada di seberang jalan warung. Saya bersama tim yang lain langsung menuju kios tersebut untuk mencari tahu informasi apa yang bisa kami dapatkan tentang kota yang tenang ini. Setelah berbincang dengan salah satu pemiliknya, kami baru tahu kalau kios tersebut menjual kerupuk tengiri hasil dari produksi sendiri. Kami juga diberi kesempatan untuk melihat lokasi dan proses pumbuatannya yang berada di dalam ruang bagian belakang. Pada awalnya, usaha ini dirintis oleh Ny. Tiok Kin yang bernama lengkap Ong Tiok Kin pada tahun 1960-an. Kemudian dilanjutkan oleh Ny. Yong hingga saat ini, namun dalam pengelolaannya sudah mulai ditangani oleh Ibu Yashinta yang lebih akrab dipanggil Ibu Tata sebagai penerus generasi ke-2 setelah Beliau. Meski usaha kerupuk ini diprioritaskan dalam pembuatan kerupuk tengiri, namun mereka juga memproduksi kerupuk udang.

Dari informasi yang kami terima, dalam sehari dibutuhkan sekitar 50 hingga 75 kg ikan tengiri dan juga udang sebagai bahan dasarnya. Jumlah tersebut bisa kurang dan juga lebih, tergantung dari pendapatan para nelayan sekitar. Karena biasanya mereka memasok ikan langsung dari para nelayan yang sudah menjadi langganan, sehingga bahan ikan maupun udangnya bisa dipastikan yang masih segar-segar agar kualitas kerupuknya terjaga. Meskipun terbilang berproduksi setiap hari, namun terkadang mereka juga tidak memproduksi kalau cuaca sedang mendung atau musim hujan. Karena proses pembuatannya masih semi tradisional dan menggunakan cahaya matahari langsung untuk mengeringkan krupuknya, biasanya proses pengeringan berlangsung selama ±2 hari kemudian selanjutnya diproses untuk pengemasan.

Dalam pengemasannya dibagi ke dalam beberapa macam kemasan, ada kemasan Super Spesial, Spesial, Super “Emas”, Top “ Kuning” dan masih ada beberapa macam lagi, baik untuk kerupuk tengiri maupun kerupuk udang yang kesemuanya dijual dalam kemasan bungkus dan kilogram. Sedangkan untuk harganya juga bervariasi, mulai  dari 6ribu rupiah per bungkus hingga 72ribu rupiah per kilonya. Waktu itu kami membeli kerupuk yang Super Spesial dengan harga 72ribu untuk satu kilonya. Biasanya disana disediakan tester kerupuk yang digoreng menggunakan pasir, tapi sayangnya waktu itu sudah kehabisan. Dan akhirnya kami mencobanya setelah kembali ke rumah, rasanya memang berbeda dengan kerupuk ikan tengiri yang pernah Saya coba, rasa ikannya lebih berasa. Meskipun kerupuk ini bisa langsung digoreng, tapi sebaiknya dijemur terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Kalau sedang berada di kota Rembang, kita bisa singgah ke kios Kerupuk Cap Lumba-Lumba yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin No. 6, Rembang mulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore hari.

Produk

Kerupuk Tengiri

Photo Gallery