Geplak Jago

Geplak Jago

Manis dan legit, dua paduan rasa tersebut selalu melekat pada makanan khas Jogjakarta. Begitu pula dengan geplak, jajanan khas Jogja yang berbahan dasar kelapa dan gula. Awalnya geplak merupakan makanan khas Bantul, namun kini sudah menjadi salah satu icon jajanan khas Jogjakarta. Geplak yang berbahan dasar kelapa ini dicampur dengan gula, untuk gulanya bisa gula kelapa atau gula tebu. Kalau menggunakan gula kelapa, hasilnya akan berwarna kecoklatan. Sedangkan untuk hasil akhir kalau menggunakan gula tebu, berwarna putih kelabu. Keduanya terasa gurih dan manisnya gula yang sangat legit. Bagi penderita diabetes, sagit gigi atau sedang batuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsinya, karena rasanya yang manis dan juga legit. Dulu geplak ini juga menjadi makanan alternatif saat musim paceklik (kemarau panjang/tumbuhan pokok sulit ditanam). Namun kini, geplak lebih dikenal sebagai jajanan atau makanan kecil untuk oleh-oleh.

Seiring berjalannya waktu dan permintaan konsumen, hingga sekarang geplak dibuat dengan berbagai warna. Ada merah, hijau, kuning, jambon, cokelat dan putih, warna-warna tersebut menunjukkan rasa yang ada digeplak-geplak tersebut. Sedangkan gulanya hanya menggunakan gula tebu yang warnanya putih bersih, bukan lagi gula lokal Madukismo. Semula “Geplak Jago” dari bantul yang dirintis oleh Pak Ja’far ini tidak memiliki nama alias no name. Agar lebih mudah dicari dan diingat, geplak ini diberi nama “Geplak Jago” yang merupakan singkatan dari nama dan kampung pemiliknya, Ja’far dan Gose. Warung Geplak Jago memang berada di Kampung Gose, Bantul, persis di sebelah selatan perempatan Gose. Warung ini dibuka 24 jam, agar tamu yang datang setiap saat tidak kecewa. Untuk geplak sendiri dijual kiloan, harga per kilonya Rp 15.000. Setelah ditimbang, geplak baru dimasukkan ke dalam besek (wadah dari anyaman bambu). Meski terlihat seperti makanan yang sederhana, namun geplak cukup digemari.

Produk

Geplak Jago

Photo Gallery