Warung Tewel Mbah Martumi

Warung Mbah Martumi

Kota Blitar merupakan sebuah kota kecil dari Provinsi Jawa Timur dikenal dengan Candi Penataran dan Makam Bung Karno sebagai salah satu obyek wisata yang paling menonjol. Sedangkan untuk bidang kulinernya mungkin belum terlalu banyak yang tahu. Sebenarnya ada beberapa kuliner menarik yang patut kita coba, salah satunya yaitu sayur tewel (nangka muda) di Warung Mbah Martumi. Lokasinya berada di Desa Ngoran, kecamatan Nglegok atau sekitar ±15 km dari pusat kota Blitar ke arah utara. Untuk menemukan lokasinya cukup mudah meskipun berada di sebuah desa warung ini berada di tepi jalan raya menuju Candi Penataran. Dari depan Stadion lurus ke utara menuju arah Candi Penataran, kalau sudah bertemu dengan Pasar Ngentak, berarti sudah tidak jauh lagi. Setelah beberapa meter kita akan memasuki gapura menuju Desa Ngoran, Warung Mbah Martumi ini berada di sebelah kanan jalan raya. Di tepi jalan hanya terpasang sebuah papan nama kecil dan catnya sudah pudar, kalau dari jauh tulisannya sudah tidak terlalu jelas untuk dibaca.

Sebenarnya warung in lebih tepatnya disebut sebagai rumah, karena bentuknya memang sebuah rumah yang cukup besar dengan warna hijau lembut yang membalut dindingnya. Ketika Saya datang suasananya cukup sepi, hanya terlihat sebuah mobil dengan plat nomor B yang terparkir di halamannya yang luas. Hanya ada 4 orang yang terlihat sedang duduk di teras sambil menikmati makanan, tidak ada tanda-tanda yang menunjuk bahwa rumah ini adalah sebuah warung atau rumah makan kecuali sebuah spanduk yang tertempel pada dinding. Setelah masuk ke dalam, terlihat seorang Ibu yang sudah cukup tua sedang sibuk mengupas petai. Ternyata Beliau adalah Ibu Martumi pemilik rumah makan ini, Beliau sudah mulai merintis usahanya sejak tahun 1958-an.

Setelah bertemu dengan pemiliknya, Saya berjalan menuju dapur yang sebagian besar dindingnya sudah menghitam pekat. Meskipun ada lampunya tapi tetap saja terlihat agak gelap, disana terlihat dua orang ibu-ibu yang sedang sibuk memasak. Sebenarnya memasak bukan merupakan kegiatan yang mengherankan, tapi yang membuat Saya heran waktu itu adalah jumlahnya yang begitu banyak. Coba bayangkan saja, sebuah warung yang sangat sederhana seperti ini memasak sayurnya sampai menggunakan sebuah jedi. Jedi merupakan sebuah panci/ wajan besar yang biasa digunakan untuk pengadukan jenang merah, wajik, madu mangsa atau dodol. Selain sayuran yang masih dimasak di dalam jedi, di atas dipan bambu juga sudah ada beberapa ember ukuran besar yang berisi sayur dan lauk lainnya. Untuk sayurnya ada sayur tewel, rebung, kentang dan kikil, kalau untuk lauknya ada ayam, bandeng, lele dan kutuk serta jendil (jenis ikan sungai). Semua sayur maupun lauknya dimasak super pedas, kecuali ayam, bandeng, lele, kutuk dan jendilnya ada yang digoreng. Bagi Anda yang suka makan petai, di warung ini juga tersedia petai goreng.

Seperti yang sudah Saya katakan sebelumnya, Warung Mbah Martumi ini terkenal dengan sayur tewelnya, sehingga warungnya sering disebut dengan nama Warung Tewel Martumi. Sedangkan tewel sama juga dengan nangka muda dalam bahasa Indonesianya. Biasanya tewel atau nangka muda ini sering dimasak menjadi gudeg kalau di Jogjakarta, tapi di warung ini tewelnya dimasak sayur kuah biasa tapi rasanya sangat pedas. Waktu itu Saya memilih sayur tewel, kikil dan ayam masak sayur. Rasanya memang benar-benar pedas banget, baru makan beberapa suap saja sudah tidak tahan lagi untuk tidak minum. Meskipun demikian, hasil kesimpulanya semua enak dan ekstra pedas, ada aroma khas masakan tungku yang membuatnya semakin nikmat.

Warung Mbah Martumi ini sangat cocok bagi Anda yang hobi untuk makan beramai-ramai, baik dengan sahabat maupun keluarga. Suasananya santai seperti makan di rumah sendiri, dilihat dari segi rasa dan harga sangat terjangkau dan murah. Untuk menu yang Saya nikmati saja cukup diganti dengan kocek sebesar 7ribu rupiah. Biasanya kita sendiri yang langsung mengambil nasi beserta lauknya di dalam dapur, tapi kalau kita datang beramai-ramai, bisa memilih penyajian secara prasmanan dengan sayur dan lauk yang sudah dipesan sebelumnya. Pasalnya, Mbah Martumi ini membutuhkan sekitar ±1 kwintal nangka muda dan juga rebung setiap harinya. Biasanya warung ini sudah mulai buka dari pagi sekitar jam 7 dan tutup jam 8 malam. Tapi setelah jam 9 malam akan buka lagi di warung yang ada di sebelah Utara Pasar Ngentak sampai jam 3 dini hari.

Menu Utama

Nasi Campur Sayur Tewel (±Rp. 7.000)

Photo Gallery