Warung Tepi Lebih

Apa sih pantai yang sering kalian pikirkan saat berlibur di Bali? Pasti lebih banyak yang menyebutkan pantai Kuta, Sanur, dan Uluwatu. Ternyata daerah Gianyar juga menyimpan pengalaman berlibur yang tidak kalah menyenangkan dengan hadirnya kuliner laut yang harus kalian coba lho! Salah satunya pantai Lebih yang lokasinya berada di desa Lebih, di sepanjang jalan menuju pantai berpasir hitam ini kalian bisa menemukan banyak tempat makan serba olahan ikan seperti sate ikan, sup ikan, ikan bakar, lawar ikan, dan yang menarik dari rumah makan yang ada disini adalah menu sate lilit ikan khas pantai Lebih yang menjadi cikal bakal sate khas Bali. Dari pada bikin penasaran, let’s go and check out guys!

Setelah masuk gerbang gapura pantai Lebih, kalian hanya perlu membayar Rp. 2000 untuk parkir sepeda motor dan Rp. 5.000 untuk parkir mobil, dan tempat parkir sudah tertata baik jadi tidak perlu khawatir karena semua kendaraan pasti mendapat bagian tempat parkir. Setelah memutuskan, akhirnya wisatakuliner.com mendatangi warung Tepi Lebih, yang dari tadi sudah menarik mata sewaktu melihat proses memanggang sate di depan warungnya.

Tempat makan yang berkapasitas 80 orang ini didesain dengan properti dan interior yang sederhana dan bersih. Cocok dijadikan rest area bersama keluarga. Kalau soal makanan, dengan kocek Rp. 17.000 saja kalian sudah bisa menikmati menu paket di warung ini yang terdiri dari nasi putih, bakso ikan, sate ikan, pepes ikan dan sayur plecing yang berisi campuran kacang tanah yang sudah digoreng, kecambah kacang ijo, dan campuran bumbu sambal plecing, eitsss..sambal matah juga tidak ketinggalan melengkapi sayur plecing ini, guys! Untuk bakso ikan, Kuah beningnya lebih mirip soto yang kaya kaldu ikan dan rempah. Begitu bakso ikan ini sampai di mulut rasa dagingnya empuk dan lembut.

Kemudian lanjut ke sate lilit ikan, di waktu gigitan pertama benar-benar kaya rasa rempah dan tidak ada bau amis ikannya. Ternyata proses pembuatan satenya, daging ikan digiling sampai halus lalu dicampur dengan tepung serta bumbu-bumbu lainnya sampai menjadi adonan sate atau luluh sate. Luluh ini kemudian dililit pada pelepah daun kelapa dan dipanggang, seperti yang tadi wisatakuliner.com lihat prosesnya di depan warung. Jadi jangan heran kalian akan sering menemukan aroma wangi sewaktu sate ini sedang dipanggang. For your info nih guys! Luluh sate atau adonan sate ikan ini bisa kalian pesan kok, jadi kalian bisa memanggangnya bersama keluarga dan temen-teman di rumah. Dan yang terakhir pepes ikan yang benar-benar lembut tidak bikin seret di tenggorokan, hehe..Gimana? Murmernyuskan? Wajib kalian coba nih begitu liburan ke Bali 🙂

(Novita, Juli 2017)

Menu Utama

Menu Paket Rp. 17.000-Rp. 35.0000

Photo Gallery