Warung Nazar Bu Komang/Ramli – Singaraja

Mencari kuliner di Bagian Bali Utara memang tak semudah di bagian selatan, berbekal referensi dari teman-teman yang tinggal di Singaraja dan bertanya sani-sini akhirnya keluarlah nama Warung Makan Bik Juk. Namun sayangnya, ketika kami dari tim wisatakuliner.com sampai di tempat yang dimaksud, ternyata Warung Bik Juk masih tutup. Di depan pintu bertuliskan bahwa selama bulan puasa dan lebaran warungnya tutup, pada hal kami datang sudah lewat dari lebaran ketupat, tapi harus bagaimana lagi. Dan akhirnya pencarian tempat kuliner pun dilanjutkkan. Setelah bertanya ke beberapa warga sekitar, ternyata ada penjual nasi campur yang juga cukup populer, dan keluarlah nama Warung Bu Komang yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Warung Bik Juk.

Setelah berjalan beberapa meter dan keluar dari gang, akhirnya ketemu juga warung yang dimaksud, berlokasi di jalan Hasanuddin no. 52 B, Singaraja. Warungnya kecil, sederhana dan lebih mirip dengan sebuah rumah jika dibandingkan dengan warung makan. Sebelum datang ke warung ini, wisatakuliner.com pikir nasi campurnya sama seperti nasi campur Bali pada umumnya. Tapi yang terlihat di etalase makanan hanya berupa daging-dagingan yang kelihatannya sangat menggiurkan. Tanpa berpikir panjang, saya pun segera pesan nasi campur. Tapi mbaknya tanya lagi, “mau nasi campur ayam atau nasi campur daging?“ Karena penasaran, nasi campur semuanya pun jadi pilihan.

Ketika pesanan datang, sempat kaget dan juga heran. Selama ini yang wisatakuliner.com tahu, nasi campur itu selalu terdiri dari lauk-pauk dan sayurannya. Tapi nasi campur yang satu ini, berisi nasi dengan lauk ayam suwir, olahan daging, sedikit sambal dan kuah yang mirip dengan kuah rawon tanpa ada sayur sedikit pun yang ikut didalamnya. Melihat tampilannya jadi segera ingin menikmatinya. Saat pertama dicoba rasanya unik, terlalu sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Tapi yang jelas yummy dan rasa yang lebih mirip dengan kuah rawon serta gurihnya bawang goreng sangat terasa. Kelihatan dari luar rasanya pedas, namun setelah disantap rasanya tidak terlalu pedas, bahkan sambal yang menemani pun juga ikut habis disantap.

Setelah selesai makan, kami pun menyempatkan diri untuk berbincang sebentar dengan pemilik warung. Dari informasi yang kami terima, sebenarnya ada satu lagi menu yang sering dicari oleh para pengunjungnya, yaitu sate kari. Namun sayang, sate kari tidak sempat kami cicipi karena persediaannya sudah habis. Menurut pemiliknya, sate kari biasanya ada mulai jam 11 siang, dan sekitar jam 1 siang biasanya sudah habis diburu para pembeli, sedangkan waktu itu kami tiba di warung makan sekitar jam setengah 2 siang. Warung Bu Komang yang sebenarnya bernama Warung Nazar Komang/ Ramli ini, biasanya mulai melayani pembeli dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam setiap hari. Namun kalau ingin menikmati sajiannya secara lengkap, kita bisa datang mulai dari 11 siang dan jangan sampai terlalu sore, karena sudah banyak lauknya yang habis.

Menu Utama

Nasi Campur (Rp. 10.000/ porsi)

Photo Gallery