Oseng-Oseng Mercon Bu Sunarti

Sama seperti oseng-oseng pada umumnya, oseng-oseng yang dijual oleh Bu Suharti tampilannya tidak ada yang istimewa. Terbuat dari potongan kecil-kecil kikil, gajih dan kulit sapi yang diolah dengan racikan bumbu. Tampilannya dengan sedikit kuah, warnya abang mbranang (benar-benar merah cabe) dan terlihat rajangan cabe disana – sini. Bila masakan ini dibiarkan sebentar saja, pasti sudah agak menggumpal, karena minyak yang keluar dari gajihnya. Namun ketika berbicara soal rasa, oseng-oseng Bu Sunarti ini jauh lebih pedas dari oseng-oseng pada umumnya. Namun rasa pedas tersebutlah yang membuat oseng-oseng ini lebih menggugah selera makan. Bahkan ada yang bilang pedasnya seperti mercon (petasan) atau bledek (petir), alhasil oseng-oseng ini pun lebih dikenal dengan sebutan “Oseng-Oseng Mercon”.

Awalnya oseng-oseng ini  merupakan masakan warung pinggiran jalan biasa, sama seperti warung pada umumnya. Namun menjadi cukup dikenal setelah oseng ini diolah dengan bumbu racikan Bu Sunarti yang serba pedas, dan hampir seluruh sajian yang dihidangkan serba pedas. Selain oseng-oseng juga tersedia ayam goreng/bakar, puyuh goreng/bakar, lele goreng dan masih ada yang lainnya lagi. Warung ini mulai melayani pelanggannya setiap hari mulai pukul 6 sore hingga pukul 11 malam di jalan KH. Ahmad Dahlan, depan gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah lama. Dalam sekali masak, Bu Sunarti bisa menghabiskan 4 kg cabe untuk 25-30 kg kikil. Dalam proses memasaknya, oseng-oseng ini tidak ditambahkan merica, sehingga rasa pedasnya benar-benar dari cabe.

Menu Utama

Oseng-Oseng Mercon

Photo Gallery