Nasi Mrico Bu Waji

Nasi Mrico Bu Waji

Perjalanan Saya bersama tim wisatakuliner.com di kota Rembang sangat menyenangkan. Dibalik kotanya yang bisa dibilang low profil, tapi ada beberapa kuliner unik yang hanya bisa kita nikmati di kota ini, seperti nasi mrico di Warung Makan Mrico Bu Waji. Mungkin beberapa dari kita belum tahu apa itu nasi mrico, karena Saya sendiri juga belum pernah mencobanya. Pagi itu sekitar jam 8 pagi kami sudah sampai di Warung Makan Mrico Bu Waji. Dari informasi yang kami terima dari beberapa penduduk sekitar, memang ada beberapa penjual nasi mrico, tapi mereka lebih merekomendasikan ke Warung Bu Waji yang berlokasi di Jl. Pelabuhan, Rembang. Akses menuju lokasinya cukup mudah saja, kalau kita sudah berada di Jalan Diponegoro, sebelum jembatan ada sebuah kelenteng yang sebelahnya ada lapangan (kalau kita dari arah Surabaya). Setelah lapangan tersebut ada pertigaan ke utara tepat sebelum jembatan, belok ke utara dan setelah bertemu dengan pertigaan pertama belok ke kanan menuju Jl. Pelabuhan. Warungnya berada di pojok kiri jalan, dekat dengan Kantor Pelabuhan Kelas III Rembang.

Pagi itu jalanan masih cukup sepi, begitu juga dengan Warung Nasi Mrico Bu Waji. Di dalam warung terlihat masih cukup gelap, etalase makanannya juga masih terisi beberapa jenis lauk saja. Seperti yang tertera pada papan nama dan spanduknya, nasi mrico merupakan menu andalan di warung ini. Tapi selain nasi mrico, kami juga memesan rajungan dan ikan pe (ikan pari). Belum terlalu lama kami menunggu, semua pesanan kami sudah tersaji di atas meja. Asapnya yang masih mengepul, menebarkan aroma yang begitu menggoda sehingga perut menjadi terasa semakin lapar.

Semua menunya tersaji menggunakan kuah santan, kelihatannya tingkat kekentalan santannya cukup ringan namun sarat akan bumbu rempah. Setelah dicoba perkiraan Saya tidak meleset terlalu jauh, bumbu rempahnya terasa begitu kuat, terutama mericanya. Baru makan sedikit saja, badan terasa lebih hangat dan rasanya tidak ingin berhenti sebelum semuanya habis. Kalau ingin merasakan pedasnya makanan yang berbeda, nasi mrico merupakan jawaban yang paling tepat. Meski menggunakan cabai, tapi rasa pedasnya lebih dominan berasal dari merica. Selain rasanya yang sarat akan bumbu rempah, daging ikannya juga terasa gurih, lembut dan bumbunya meresap hingga kedalam. Selain penggunaan merica yang cukup melimpah pada masakannya, ikan yang diolah bernama ikan mrica atau disebut juga dengan ikan manyung, sehingga masakan ini dikenal dengan nasi mrico (nasi mrica).

Menu lain yang kita pesan juga tidak kalah nikmat, mangut ikan pe-nya juga kaya akan bumbu rempah, namun intensitasnya lebih ringan dan seimbang. Biasanya ikan pe berukuran kecil yang dijadikan sebagai bahan dasarnya. Selain dagingnya yang terasa lebih gurih dan nikmat, rasa tulangnya yang masih muda juga terasa renyah. Sedangkan untuk rajungannya diolah seperti ikan pe, namun bumbu rempah yang digunakan lebih kuat. Ukurannya yang relative kecil, membuat kita harus sedikit lebih berusaha untuk menikmatinya. Perut kami kali ini benar-benar dimanjakan oleh hidangan yang nikmat khas Kota Rembang, selain itu harga yang kami tebus juga tidak terlalu besar. Untuk menu Ikan Mrica dan Mangut Ikan Pe dibandrol dengan harga 15ribu rupiah, sedangkan untuk rajungannya 20ribu rupiah. Selain menu-menu yang kami pesan tersebut, juga tersedia udang, cumi, kakap dan sembilang. Biasanya Warung Makan Mrico Bu Waji yang sudah berdiri sejak tahun 1960-an ini mulai melayani para pembelinya sejak pukul 7 pagi sampai pukul 9 malam setiap hari. Namun kalau ingin menikmati semua sajiannya, sebaiknya datang lebih dari jam setengah 9 pagi, karena menunya lebih lengkap.

Menu Utama

Ikan Mrica/ Manyung& Mangut Pe (Rp. 15.000/ porsi), Rajungan (Rp. 20.000/ porsi)

Photo Gallery