Nasi Goreng Jowo Pak Wagiman

Nasi Goreng Jowo

Berburu kuliner di sekitar Jawa Tengah berbeda dengan Jawa Timur maupun Jawa Barat, meskipun sama-sama pulau Jawa. Dibalik kotanya yang kecil dan terlihat tenang, kota Salatiga menyimpan beberapa kuliner malam yang cukup menarik. Malam itu, di bawah hujan rintik-rintik dan penerangan jalan yang agak redup, Saya berjalan menuju perempatan antara Jl. Letjend Sukowati dan Jl. Semeru (perempatan Jl. sukowati). Lebih tepatnya berada di emperan toko suku cadang Surabaya motor di Jalan Sukowati, biasanya toko ini tutup pada malam hari. Di dalam terlihat seorang laki-laki yang sudah agak tua sedang membuat nasi goreng yang baunya sudah tercium dari luar. Di sana hanya terlihat sebuah wajan hitam kecil yang berada di atas sebuah tungku kecil lengkap dengan arangnya yang menyala. Sebuah lampu minyak kecil sebagai penerangan, beberapa kursi panjang dan rendah, sebuah meja dan beberapa lembar tikar yang digelar sebagai tempat pengunjung. Mungkin orang-orang yang sudah cukup tua bila singgah ke tempat ini akan teringat dengan keadaan pada zaman dulu sebelum adanya lampu maupun listrik.

Tempatnya memang teramat sangat sederhana, tapi menurut Saya sangat nyaman untuk santai bersama teman dengan menikmati hidangan yang ada. Menu utamanya memang nasi goreng jawa, tapi disini kita juga bisa memesan bakmi godok, bakmi goreng dan nasi godok. Untuk nasi gorengnya, ada tiga variasi yang ditawarkan, nasi goreng biasa, special dan mawut. Karena sudah lumayan lapar dan rasa penasaran, nasi goreng mawut menjadi menu kali ini. Sambil menuggu pesanan, Saya pun sedikit berbincang dengan Beliau. Ternyata Pak Wagiman sudah berjualan selama ±28 tahun, pada awalnya Beliau berjualan secara keliling dengan menggunakan pikulan. Dan sekitar 8 tahun yang lalu, Beliau menetap di lokasi yang sekarang. Biasanya Beliau membutuhkan sekitar 12 kg beras dan 6-8 kg mie untuk memenuhi pesanan para pengunjungnya setiap hari.

Pesanan belum juga datang, suasana malam yang tidak terlalu terang disertai hujan rintik-rintik, membawa fikiran Saya melayang ke Jawa Timur sebagai tempat kelahiran. Kalau di sana, kemungkinan untuk menemukan tempat seperti mungkin sangat kecil. Dan seingat Saya, tidak ada menu nasi goreng jawa atau bakmi, baik yang godok maupun goreng. Lamunan Saya langsung buyar ketika seporsi nasi goreng disodorkan kepada Saya. Aromanya sedap dan begitu menggoda, setelah diperhatikan memang nasi goreng yang satu ini mawut seperti namanya. Ada irisan sayur, daging ayam, bakmi dan taburan bawang goreng yang cukup banyak. Setelah masuk ke dalam mulut, perpaduan rasanya meriah, ada krènyès-krènyès dari kubis, gurihnya bawang, agak pedas dan rasa manis yang terbesit. Aroma arangnya masih terasa, dan itulah yang membuat nasi goreng jawa jadi lebih istimewa selain dari segi rasanya.

Sedangkan untuk penutupnya, ada wedang teh, wedang kopi, wedang kopi mix dan wedang jeruk, kalau mau yang dingin, tinggal minta untuk ditambah es. Untuk seporsi nasi goreng mawut, kita cukup mengeluarkan kocek sebesar 8ribu rupiah saja. Hampir tiap hari Pak Wagiman melayani para pengunjung bersama istrinya, tapi setiap 15 hari sekali Beliau absen untuk melayani pengunjungnya, dan biasanya pada hari Senin pada minggu terakhir.

Menu Utama

Nasi Goreng Jawa Mawut (Rp. 8.000/ porsi)

Photo Gallery