Nasi Goreng Babat Ungaran Putra

Nasgor Babat Ungaran Putra

Menikmati kuliner luar kota memang menyenangkan, tapi lain lagi kalau sedang musim hujan. Mungkin sebagian orang akan menganggapnya sebagai halangan, tapi ada juga yang menjadikannya sebagai tantangan. Begitu juga perjalanan tim wisatakuliner.com  kali ini, hujan yang datang dan pergi selalu mengiringi perjalanan kami sebelum akhirnya sampai di Warung Makan Ungaran Putra. Lokasinya berada di depan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdi) “Siloam” Jl. Ahmad Yani, Salatiga. Tempatnya yang berada di pinggir jalan trotoar dan di samping pohon asem, membuat nasi goreng ini lebih dikenal dengan nama Nasi Goreng Asem.

Warung Makan Ungaran Putra sangat sederhana dan cukup kecil, baik yang ada di dalam maupun di luar ruangan, mungkin hanya cukup untuk menampung kurang dari 15 pengunjung. Awalnya Ibu Poniah sebagai pemilik warung makan ini memulai usahanya dengan berjualan di samping Alon-alon kota. Sudah sekitar 8 tahunan Beliau berjualana disana, tapi karena ada perombakan sehingga para pedagang yang biasa berjualan direlokasi ke beberapa tempat. Dan Ibu Poniah pun pindah di Jl. Ahmad Yani hingga sekarang, tapi menurut Beliau ada kemungkinan warungnya akan berpindah lagi ke Jl. Sukowati (sebelah bakso planet).

Warung ini menyediakan menu nasi goreng babat/ iso/ pete/ komplit, nasi goreng ayam dan babat gongso. Kami memesan nasi goreng komplit, karena tujuan kami memang ingin mencicipi nasi goreng tersebut. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pesanan pun di antar ke meja kami. Porsinya lumayan banyak, lengkap dengan pete, potongan iso dan babat yang ukurannya cukup besar dan banyak. Aroma nasi goreng memang selalu menggoda di saat cuaca dingin seperti kota Salatiga, apalagi ditambah dengan hujan yang sesekali mengguyur kota ini. Nasi gorengnya memang lezat, iso maupun babatnya tidak alot dan aroma petenya cukup terasa. Kalau biasanya makanan Jawa Tengah selalu memiliki taste yang manis, tapi taste tersebut tidak terdapat dalam nasi gorengnya, malahan lebih cenderung pedas. Pantas saja kalau Ibu Poniah setiap hari membutuhkan sekitar 20 kg iso dan babat untuk membuat nasi goreng iso babat. Sedangkan untuk membuat nasi goreng ayam, Beliau membutuhkan sekitar 8 kg daging ayam setiap harinya.

Menu Utama

Nasi Goreng Iso/ Babat/ Pete/ Campur (Rp. 8.000 – Rp. 10.000)

Photo Gallery