Jamu Kerkop

Bagi masyarakat Jawa, jamu sudah dikenal sejak dahulu kala sebagai tombo (obat herbal). Jamu Kerkop merupakan salah satu tempat di Jogja yang menyediakan ramuan jamu. Terletak di Jl. Brigjen Katamso No. 132 Kampung Dipowinata, berdekatan dengan kerkop (kerkoff” kuburan orang Belanda) yang kini menjadi komplek Purawisata, Jogjakarta. Hampir semua masyarakat Jogja mengenal jamu ini. Jamu Kerkop merupakan salah satu legenda hidup masyarakat Jogja, masa kecil warga Jogja dulu pasti pernah merasakan pekatnya jamu cekok Kerkop. Karena balita yang susah makan, meriang, masuk angin dan rewel pasti digendong orang tuanya ke Jamu Kerkop untuk dicekoki (dipaksa minum jamu). Selain Jamu Kerkop, warung ini juga menyediakan jamu untuk orang dewasa.

Jamu Kerkop ini sudah mulai melayani pelanggannya sejak pukul 6 pagi hingga malam hari. Biasanya jamu kerkop ini mulai ramai sejak pagi hingga siang hari, dan akan kembali ramai pukul 5 sore hingga setengah 8 malam kasibukan mulai mereda. Legenda Jamu Kerkop berakar pada kemasyhuran menyembuhkan penyakit balita. Jamu Kerkop pada masa lalu tak ubahnya dokter spesialis anak di masa kini. Istilah dicekoki menjadi masyhur sebagai ungkapan peyoratif bagi rezim Orde Baru yang gemar memaksakan selera, konon istilah tersebut berasal dari tradisi penyembuhan balita di Jamu Kerkop.

Menu Utama

Jamu Cekok

Photo Gallery