Gudeng Barek

Gudeg merupakan salah satu makanan khas kota Jogja yang sudah tidak asing lagi bagi para wisatawan dan terutama bagi masyarakat Jogja. Hampir disetiap sudut dari wilayah Jogja, dapat kita jumpai dengan mudah warung-warung yang menjual nasi gudeg. Atau bila kita menyusuri “Kampung Barek”, tepat di sebelah utara Kampus UGM, maka kita akan melihat beberapa papan reklame yang menawarkan nasi gudeg. Jika kita menyebut gudeg yang berasal dari kampung Barek, hampir bisa dipastikan jenis gudegnya kering. Gudeg Barek sudah ada sejak berpuluh-puluh tahun lalu, bahkan termasuk yang paling dikenal di kota budaya ini. Sedangkan beberapa nama yang menjadi trade mark gudeg Jogja di Kampung Barek ini ada, Yu Jum, Yu Narni dan Bu Hj. Ahmad. Jika sedang singgah ke Kampung Barek, maka tiga nama tersebut yang paling sering dicari.

Rata-rata gudeg barek ini telah turun-temurun ke para generasi penerusnya, soal rasa hampir semua sama. Paling tidak gudeg kering terasa lebih manis dari pada gudeg basah, karena lumeran gula jawanya lebih banyak. Selain itu, cara memasaknya pun menggunakan suhu tinggi sehingga benar-benar kering. Hingga sekarang, gudek barek sudah seperti menjadi kudapan khas oleh-oleh dari Jogja.

Karena gudeg Barek ini cenderung kering dan bisa tahan lebih lama, hingga 24 jam lebih. Kalau untuk dijadikan oleh-oleh, biasanya dikemas dengan menggunakan kendil dan berisi ayam kampung dengan sejumlah telur. Ayamnya juga bisa dipilih yang utuh atau setengahnya, paha, menthok dan gending. Sedangkan untuk harganya mulai dari Rp. 100.000 sampai Rp. 125.000 setiap kendil, tergantung lauk pauk yang dipilih.

Selain itu, gudeg Barek ini juga menerima pesanan, baik untuk rapat maupun pertemuan-pertemuan lainnya. Jika ingin mencoba gudeg Barek, kita bisa datang ke daerah Kampung Barek ini setiap hari sejak pukul setengah 6 pagi hingga pukul 9 malam.

Menu Utama

Gudeg Barek (Rp. 8.000 – Rp. 125.000)

Photo Gallery