Bakso Pak Heri Brengos

Bakso Pak Heri Brengos

Berbicara tentang bakso yang enak, rasanya tidak akan pernah ada habisnya. Kalau ditelusuri terus menerus, selalu saja bisa menemukan rasa bakso yang unik setiap waktunya. Seperti yang tim wisatakuliner.com temukan ketika berada di Kota Surabaya. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu, kalau kota Surabaya merupakan salah satu gudangnya kuliner yang enak dengan harga yang cukup terjangkau. Sebenarnya kami sudah melintasi tempat ini beberapa kali, dan setiap kali itu pula tempat ini selalu dipenuhi kendaraan bermotor yang terkadang membuat jalan terasa semakin sempit saja. Karena rasa penasaran, salah satu tim kami pun menyediakan waktu khusus untuk datang ke lokasi. Tidak ada papan nama atau pun spanduk yang terpasang. Hanya sebuah gerobak motor yang bertuliskan “Bakso Tombo Ati” yang terparkir di pinggir jalan dengan meja kursi sederhana yang ditata rapi di bawah tenda bongkar pasang.

Setelah melakukan perbincangan dengan pemiliknya, ternyata Pak Heri yang bernama lengkap Heri Setyawan ini sudah berjualan sejak tahun 90-an. Pada awalnya, Beliau hanya menjadi karyawan salah satu penjual bakso. Dengan ketrampilan dan pengetahuan dalam proses pembuatan bakso, akhirnya Beliau mulai merintis usahanya pada tahun 1991 dengan cara berkeliling. Setelah baksonya mulai dikenal masyarakat sekitar, beliau yang lebih dikenal dengan Pak Heri Brengos mulai mangkal di titik tertentu hingga akhirnya sekitar 8 bulan lalu beliau menetap di lokasi yang sekarang. Dengan dibantu oleh putra dan saudaranya, Pak Heri Brengos mulai melayani para pembelinya dari jam setengah 5 sore sampai jam 10 malam setiap hari. Dalam sehari biasanya Beliau membutuhkan sekitar 15 kg daging sapi untuk membuat baksonya. Meskipun bakso lebih enak kalau makan di tempat, tapi tidak sedikit para pelanggannya yang membeli untuk dibawa pulang. Sehingga Beliau menyediakan dua tempat kuah dan pemanasnya, yang satu untuk pembelian makan di tempat dan yang satu lagi untuk pembelian take-away.

Setelah selesai  berbincang dengan Beliau, sekarang giliran Saya untuk mencicipi hidangan bakso yang membuat penasaran dari kemarin-kemarin. Waktu itu Saya memesan bakso campur yang terdiri dari 7 butir bakso kecil, sebuah tahu matang isi adonan bakso tepung, sebuah pangsit dan sebuah gorengan. Tak lupa soun, taburan seledri dan bawang goreng yang disiram kuah bening yang masih panas. Aromanya harum dan menggoda, begitu kuahnya disruput…hemh, kaldunya begitu terasa kuat. Baksonya empuk dengan rasa daging yang cukup, tidak kurang atau berlebihan. Untuk gorengannya gurih, tahu matangnya juga tidak kalah enak. Namun dari keseluruhan rasanya mantap, kalau biasanya bakso akan lebih nikmat kalau ditambah sambal, kecap atau saus, namun untuk bakso Pak Heri ini lebih nikmat tanpa tambahan apa-apa.

Meski disebut-sebut sebagai bakso, namun setelah menikmati rasa kuahnya lebih cenderung ke bakwan. Dari cita rasa yang tercipta, sepertinya bumbu halusan yang digunakan dalam proses pembuatannya. Biasanya bumbu ini sering atau hanya digunakan pada pembuatan bakwan di kalangan orang-orang Tionghoa maupun keturunannya. Namun diluar menu ini bakso atau bakwan, rasanya tetap nikmat dan tidak menguras kantong. Karena hanya dengan uang 5ribu rupiah, kita sudah dapat menikmati seporsi bakso campur dengan porsi yang tidak sedikit. Untuk menemukan lokasinya cukup mudah, berada di Jl. Raya Menganti Lidah Wetan No. 14, Surabaya Barat.

Menu Utama

Bakso Campur (Rp. 5.000/ porsi)

Photo Gallery