Ayam Goreng & Bakar Joyo

Ayam Goreng Joyo

Untuk mengawali kuliner Saya bersama tim wisatakuliner.com pada hari ke-2 di kota Salatiga, kami memutuskan untuk singgah ke RM Joyo yang berlokasi di Jl. Pemotongan 24, Salatiga. Untuk aksesnya cukup mudah, rumah makan yang satu ini berada di jalan searah dan tepat berada di tikungan, jadi sebaiknya lebih berhati-hati jika ingin menyebrang. Sebenarnya hari itu, kami sudah beberapa kali melewati rumah makan ini, tapi sayangnya masih belum buka, jadi kami tinggal sebentar untuk mengelilingi kota Salatiga. Setelah kami kembali ke rumah makan ini untuk yang ke-tiga kalinya sekitar jam setengah 11, ternyata sudah buka meski pada sign boardnya tertulis jam 11.00-20.30 WIB untuk jam bukanya. Rumah makan ini memang spesialis pengolahan ayam bakar dan ayam goreng, tapi setelah melihat daftar menunya, ternyata mereka juga menyajikan beberapa menu lainnya. Misalnya saja menu ala Sapi, ada paru, babat, iso, limpa, empal, paru dan juga sate daging sapi. Selain itu, aneka menu sayuran dan steak juga tersedia, bahkan aneka sambal juga ada. Karena spesialis ayam goreng dan ayam bakar, kami pun tidak kuasa untuk tidak mencicipi menu tersebut.

Sebelum pesanan kami datang, Saya menelusuri rumah makan yang terdiri dari 2 lantai ini. Suasannya cozy and homy banget. Dinding-dindingnya yang tidak dilapisi cat memperlihatkan tatanan batu merah yang rapi dengan pencahayaan ruangan yang tidak terlalu terang, sehingga terkesan santai. Lain lagi dengan ruangan yang ada di lantai atas, semua dindingnya terbuat dari kayu yang berwarna hitam kecokelatan dengan jendela-jendela kaca khas rumah tempo dulu dan beberapa jenis tanaman dalam pot yang menghiasi ruangan ini. Saya jadi membayangkan kedamaian yang bisa kita rasakan jika berada ditempat ini pada malam hari, menikmati sajian ala RM Joyo di dalam bangunan yang masih berbau Jawa tradisional disertai dengan dinginnya udara kota Salatiga. Apalagi di depan juga ada teras yang bisa kita gunakan untuk menyantap makanan yang penataannya juga menarik.

Saya pun kembali ke tempat semula setelah puas menelusuri dan mengagumi ruangan ini. Ternyata semua pesanan kami sudah tersaji di atas meja, ada ayam bakar dan ayam goreng yang lengkap dengan lalapan dan juga dua jenis sambal sebagai pendampingnya, ada sambal bawang dan sambal tomat. Kami pun langsung menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja. Pantas saja rumah makan ini disebut spesialis ayam bakar dan ayam goreng, karena rasanya memang enak. Bumbu yang digunakan untuk meracik ayam goreng dan ayam bakar berbeda, jika ayam bakarnya diproses dengan cara dibacem dahulu, sedangkan ayam gorengnya diungkep dahulu dengan bumbu kuning hingga merasuk. Untuk ayam bakarnya empuk dan ada sedikit rasa manis yang menyusup ke dalam dagingnya, sedangkan untuk ayam gorengnya juga empuk, keset dan gurihnya meresap hingga ke tulangnya. Ditambah dengan cocolan dua jenis sambal, dimana gula merah yang digunakan untuk campuran sambal tomatnya. Sehingga cita rasa sambal tomatnya berbeda dengan sambal tomat pada umumnya yang menggunakan gula pasir.

Yang lebih menarik lagi, saat santap kami semakin lengkap dengan datangnya seorang pengamen yang bermodalkan sebuah gitar dengan suara yang cukup merdu. Pengamen itu mengubah lirik lagunya ke dalam gayanya sendiri ke dalam musik aliran Jawa. Cukup lama kami mendengarnya mendendangkan beberapa lagu yang dibawakannya, dan kami semua menikmati suaranya dengan musik yang khas. Setelah selesai menikmati alunan musik dan juga makanannya, kami pun beranjak meninggalkan rumah makan ini. Dan sebelum pergi tentu saja kami melakukan kewajiban sebagai pembeli, untuk semua hidangan yang kami nikmati cukup diganti dengan kocek sebesar 10K untuk setiap potong ayamnya.

 

Menu Utama

Ayam Bakar & Goreng (Rp. 10.000/ potong)

Photo Gallery