Semakin sempit dan padatnya suasana perkotaan membuat semakin hilangnya luas lahan hijau yang seharusnya memberi napas segar bagi penduduknya. Hal ini menyebabkan banyaknya wisatawan yang kini lebih berminat pada wisata bernuansa alam. Selain karena dapat menyegarkan kembali mata dan pikiran, tempat wisata bernuansa alam juga dapat melepaskan penat sehabis berkutat pada sibuknya pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Bagi masyarakat Indonesia, tidaklah sulit menemukan berbagai destinasi wisata alam mengingat Indonesia merupakan negara tropis yang terkenal akan keindahan alamnya. Dari sekian banyak wisata alam di Indonesia, tidak jarang terdapat tempat alami tersembunyi yang belum banyak diketahui wisatawan dan baru dikelola oleh warga lokal, serta hanya dinikmati oleh masyarakat sekitar.

Salah satu tempat wisata alam yang belum banyak diketahui tetapi memiliki keindahan alam yang tidak kalah dari wisata alam terkenal dapat ditemukan di Kabupaten Wonogiri. Selama ini “Kota Gaplek” tersebut dikenal dengan adanya wisata Waduk Gadjah Mungkur, Museum Karst, Museum Wayang, dan Pantai Nampu. Tetapi tahukah anda, bahwa ada surga tersembunyi di balik bukit-bukit batu gamping yang merupakan struktur geologi dari wilayah Wonogiri, yaitu Telaga Claket.

Banner 01

Telaga Claket merupakan tempat wisata yang belum lama dibuka. Telaga claket merupakan telaga kecil yang dikelilingi bukit-bukit, dan berada tidak jauh dari tepi aliran Sungai Bengawan Solo. Telaga Claket terletak di Jalan Claket, Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Untuk google koordinat dicari di (-7.758195,110.908153). Akses menuju telaga Claket dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, tetapi karena jalan menuju lokasi sangat sempit akan lebih mudah jika anda menggunakan roda dua. Untuk memasuki Telaga Claket pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp.10.000,00- per orang dengan bonus satu botol minuman. Disana anda dapat menikmati udara sejuk dan pemandangan alam dari beberapa gazebo yang disediakan di tepi telaga. Selain itu juga disediakan dermaga dan spot foto yang bagus, serta menawarkan pemancingan di atas perahu kecil. Pengunjung disarankan untuk mendatangi wisata ini pada saat musim penghujan dan di pagi hari. Karena pada saat musim kemarau bukit di sekeliling telaga ini terlihat gersang karena rumput mengering dan pohon-pohon meranggas.

Penulis : Firsta Vhe Karvina

facebook : Firsta Vhe Karvina

Instagram : nn.frstv

e-mail : [email protected]

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here