fbpx
Home Tempat Wisata Perjuangan menuju Raja Ampat Bali

Perjuangan menuju Raja Ampat Bali

0
63
pantai atuh
pantai atuh

Setelah memesan tiket salah satu fast boat. Keesokan harinya, wisatakuliner.com memutuskan untuk berangkat lebih pagi karena jam 08.30 WITA kapal sudah berangkat dari pantai Sanur, Denpasar. Dengan setelan baju kaos, celana pendek (karena celana jeans bukan teman yang baik untuk bisa diajak basah-basahan, semeton. Hehe..) dan tas ransel di pundak yang sudah disesaki dengan beberapa bekal makanan dan minuman. Inilah waktu yang tepat untuk mengisi waktu liburan ke salah satu tempat wisata recomended di Bali.

Saat mulai melangkahkan kaki di dalam air untuk naik ke atas kapal, wisatakuliner.com sudah bisa membayangi bagaimana view dan pengalaman liburan di pulau seberang Bali ini. Rasanya sudah tidak sabar untuk menyicipi kehidupan ala anak pantai dengan menyusuri pulau yang memiliki beragam tempat wisata ini. Bahkan salah satu lokasi wisata di pulau yang akan wisatakuliner.com kunjungi pernah menjadi tempat foto prewedding Kahiyang Ayu, anak presiden Jokowi. Hmm.. tapi kali ini wisatakuliner.com masih penasaran dengan salah satu spot wisata yang konon katanya nih lebih mirip dengan pantai Raja Ampat, hmmm.. Ini dia waktunya untuk mengungkap salah satu keindahan wisata yang ditawarkan di tanah pulau Nusa Penida ini.

Setelah melaut kurang lebih selama 1,5 jam dengan kondisi laut dan cuaca yang cukup bersahabat. Akhirnya sampailah tujuan Wisatakuliner.com di pulau yang merupakan bagian dari kecamatan Klungkung, Bali ini. Beberapa pemuda di sekitar dermaga banyak yang menawarkan jasa tumpangan dan akhirnya setelah menimbang-nimbang. Wisatakuliner.com langsung menyewa motor dengan harga Rp. 60.000 selama satu hari untuk melanjutkan perjalanan. Dengan melewati medan perjalanan yang lumayan rumit, bebatuan terjal dan seringkali menemui beberapa ranting dari tanaman liar yang membuat pakaian jadi tersangkut selama kurang lebih setengah jam perjalanan , dan meski sempat tersesat karena di beberapa tempat tidak ada penunjuk jalan yang bisa membantu, alhasil bertanya kepada penduduk sekitar adalah solusinya.

Jika beruntung penduduk lokal akan memberikan arahan yang benar dan mengarahkan kita pada jalan yang tepat seperti yang wisatakuliner.com alami saat itu. Tapi jika salah? maka ke antahberantahlah kalian. hihi

Baca Juga :   Angel’s Billabong, Surga di Balik Tebing Bebatuan

Setelah memarkirkan kendaraan dekat sebuah warung, seorang teman langsung menunjuk ke arah jalan semak belukar. Ragu pada awalnya, tapi ibu di dalam warung mendukung arah yang disebutkan oleh teman wisatakuliner.com tadi. Jadi kami langsung berjalan menuruni bukit tebing yang di sebelah sisinya terdapat tali tambang (tenang! karena meski tempat ini punya medan dan jalan yang memang sulit tidak akan mudah memecahkan semangat kalian) Belum selesai sampai disitu saja karena harus naik turun jalanan berbukit yang lumayan menguras keringat.

Tidak beberapa lama tibalah pada pemandangan laut lepas di depan mata yang seakan bersanding dengan warna bukit hijau di sekitarnya. View ini langsung menyegarkan mata dan mengobati rasa lelah kami ketika berdiri di atas bukit yang sering disebut dengan bukit Melonteng ini. Karena masih penasaran dengan tujuan awal, kami langsung memutuskan untuk turun kearah pantai Atuh. Meski medannya lebih curam dibandingkan bukit Melonteng. tapi pemandangan di bawahnya jauh lebih indah.

Baca Juga :   Pesona Laut Se-Bening Kristal di Crystal Bay Beach

Sampai disini wisatakuliner.com mau menginformasikan sesuatu kepada kalian, jika ingin berlibur ke sebuah tempat ingat ikut menjaga kebersihan di sekitarnya ya, dan jangan lupa juga untuk tidak berkata kasar. Ohya, untuk harga tiket satu kali perjalanan dari sanur ke arah dermaga toyapakeh, Nusa Penida kalian bisa memilih menyebrang dengan maruti express dan cukup membayar Rp. 75.000/orang. Untuk sewa kendaraan di desa Toya Pakeh kalian akan dikenakan biaya sebesar Rp. 60.000/hari (harga ini berlaku untuk wisatawan domestik ya).

Jangan lupa membawa bekal air minum dan beberapa snack ringan karena harga makanan atau minuman bisa jadi dua kali lipat dengan harga di Bali alias mahal. Semoga pengalaman kalian jadi menyenangkan, ya! Selamat berlibur.

Novita (Desember 2017)

Sumber foto: Beny Wijaya

Alamat Lengkap di Google Maps