fbpx
Home Solo

Solo

Timlo Sastro (Timlo Sastro Balong)

Seporsi timlo sastro komplit ini hanya terdiri dari potongan hati ampela, telur pindang dan sosis solo dengan kuah yang bening. Berbeda dengan sosis pada umumnya yang bentuknya bulat dan panjang, sosis solo lebih mirip dengan telur dadar.

Tengkleng Pasar Klewer Bu Edi

Tengkleng merupakan salah satu makanan khas Solo yang terbuat dari tulang sumsum dan kepala kambing. Masakan ini masih sejenis dengan gulai kambing, namun tidak dimasak menggunakan santan.

Soto Triwindu

Soto yang disajikan disini juga sederhana tapi untuk rasa tidak sesederhana tampilannya. Seporsi soto terdiri dari daging sapi dan taoge yang disiram dengan kuah yang cukup bening.
Warung Selat Mbak Lies

Warung Selat Mbak Lies

selat solo merupakan salah satu menu andalan Warung Mbak Lies. Ada dua jenis selat yang ada di warung ini, selat solo atau yang sering disebut selat bestik dan selat galantine.

Gulgor dan Sate Buntel Pak Samin

Sate ini terbuat dari cincangan daging kambing yang diolah seperti sate lilit, kemudian dibungkus dengan kulit perut kambing. Sate buntel dibakar dengan menggunakan arang setelah dibalur kecap manis.

Roemahkoe Resto

Di bagian tengah nasi putih ini dibentuk seperti cincin dengan lidah sapi semur di bagian tengahnya. Disajikan di atas daun pisang dan dilengkapi dengan kerupuk rambak, irisan timun, sambal terasi dan tomat sebagai lalapannya.

Bale Padi Resto

Untuk malam hari dan hari-hari libur ada sederetan sajian seafood bakar yang diolah langsung saat kita memesannya. Ada aneka ikan laut, kepiting, cumi dan sajian seafood yang lainnya.
Bakso Rusuk Palur

Bakso Rusuk Palur

Semangkuk bakso rusuk berisi empat butir bakso, beberapa potongan rusuk atau iga sapi, soun, dengan taburan bawang merah goreng dan seledri yang disiram kuah yang masih panas. kuah baksonya terasa sekali kaldu sapinya sangat segar.
Bakso Alex

Bakso Alex

Bakso Alex yang terkenal dengan bakso uratnya juga menyediakan bakso halus. Untuk dapat menikmati keduanya, kita bisa memesan bakso komplit yang terdiri dari bakso urat, bakso halus, mie, soun, pangsit goreng, irisan seledri dan taburan bawang merah goreng.
Serabi Notosuman Ny Lidia

Serabi Notosuman (Ny. Lidia)

Berbicara tentang kue serabi, pasti akan teringat dengan kue Serabi Notosuman yang ada di Solo. Meski merupakan salah satu kue jajanan pasar, namun keberadaan kue ini sudah menjadi salah satu oleh-oleh yang khas dari kota Solo. Dengan menempati salah satu bangunan yang ada di Jl. Moh. Yamin, Ny. Lidia mulai mengelola usaha kue serabi sejak tahun 1990-an. Ketika Saya bersama tim wisatakuliner.com tiba dilokasi, tempat parkirnya sudah cukup penuh, sehingga mobil kami hanya diparkir di tepi jalan. Dari depan sudah terlihat kesibukan para karyawannya yang menggunakan seragam hijau sedang mencetak kue serabi. Berdasarkan informasi yang Saya terima ketika singgah ke toko Serabi Notosuman Ny. Lidia, usaha ini dirintis sejak tahun 1923 oleh Ho Gieng Hok di daerah Notosuman (sekarang Jl. Moh. Yamin). Sehingga kue serabinya dikenal dengan nama kue Serabi Notosuman. Setelah Beliau meninggal dunia, usahanya kemudian dilanjutkan oleh anak cucunya hingga sekarang. Ny. Lidia merupakan salah satu penerusnya, warna hijau yang dominan menjadi salah satu ciri khasnya secara fisik. Pada umumnya proses pembuatan kue serabi masih dengan cara tradisional, yaitu menggunakan anglo dan arang sebagai bahan bakarnya. Namun untuk Serabi Notosuman Ny. Lidia, proses pembuatannya sudah semi modern. Wajan-wajan kecil disusun di atas meja-meja alumunium dengan kompor gas sebagai bahan bakarnya. Sedangkan dalam pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga kue ini hanya bisa dinikmati selama 24 jam setelah proses pembuatan. Ada dua pilihan rasa yang tersedia, original dan cokelat. Biasanya Ny. Lidia membutuhkan tepung beras antara 75-100 kg setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pembelinya yang selalu datang dan pergi tanpa henti. Kue serabi paling enak dinikmati dalam keadaan hangat, tapi kalau pun sudah dingin rasanya juga tidak jauh berbeda, asalkan belum melewati batas waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Kue serabi yang original rasanya gurih dan manis, teksturnya masih sedikit basah dan lembut dengan ukuran yang lumayan besar. Pada saat dimakan akan terasa penuh, dalam arti rasa manis dan gurihnya santan kuat, tidak setengah-setengah. Sedangkan yang cokelat sama dengan original hanya ditambahkan meises coklat yang banyak di atasnya sehingga rasa manis coklatnya cukup terasa. Biasanya kue serabi sebelum dimasukkan ke dalam kemasan kardus kecil, terlebih dahulu digulung dan dibungkus menggunakan daun pisang. Untuk serabi original dibandrol dengan harga 1.800 rupiah, dan untuk yang cokelat dibandrol 2.000 rupiah. Dalam satu kotak bisa diisi sesuai dengan permintaan pembeli, bisa satu jenis atau campur. Biasanya Ny. Lidia bersama pegawainya sudah mulai melayani pembeli sejak pukul 4 pagi sampai pukul 6 sore hari. Dan sampai saat ini, Kue Serabi Notosuman Ny. Lidia sudah memiliki beberapa cabang, ada yang di Kudus (Jl. Sunan Muria 16B), Boyolali (Jl. Pandanaran 233) dan Jogjakarta (Jl. Bhayangkara 63 B, Patuk).
- Advertisement -
Home-s2 Rumah Ikan Chef Toni

POPULAR POSTS

Home-s1 Tonie Fusion Snack

MY FAVORITES

I'M SOCIAL

0FansLike
600FollowersFollow
984FollowersFollow
6,232SubscribersSubscribe