fbpx
Home Tempat Makan Kikil Sapi Pak Madekan

Kikil Sapi Pak Madekan

362
Kikil Sapi Pak Madekan
Kikil Sapi Pak Madekan

Menikmati kuliner malam hari memang cukup menyenangkan, selain bisa terhindar dari kemacetan, kita juga tidak perlu merasakan sengatan sinar matahari yang cukup panas. Tujuan tim wisatakuliner.com kali ini sangat menggoda tapi juga cukup berbahaya, terutama bagi yang memilki masalah kolestrol dengan tingkat yang cukup tinggi. Malam itu kami menuju jalan Sepanjang Tani untuk menikmati Kikil Sapi Pak Madekan. Warung ini hanya menempati sebuah lapak kecil di atas jalan trotoar bersama beberapa pedagang lainnya. Ada dua buah kursi panjang yang tersedia di depan dan di samping penjualnya, tidak ada satu pun meja yang melengkapinya.

Malam itu Saya melihat tidak ada satu pun pengunjungnya yang berada di sana, hanya seorang lelaki setengah baya yang sedang duduk dibalik meja tempat dagangannya. Waktu Saya memesan seporsi kikil sapi, dengan segera laki-laki itu mulai meracik pesanan Saya dengan cepat. Semangkuk kikil sapi hanya terdiri dari 3 potong lontong dengan tambahan kuah dan potongan kikil yang cukup banyak. Tidak lupa dikucurkan air perasan jeruk nipis, kecap manis dan beberapa sendok sambal sesuai dengan permintaan pembeli. Kuahnya bening kecokelatan dan agak berminyak, tapi rasanya memang sedap, gurih dan menyegarkan. Ada asam, pedas dengan potongan kikil yang empuk dan lembut, meskipun tidak tersedia meja, tapi kita bisa dengan mudahnya untuk memotong kikilnya.

Baru beberapa suap Saya menikmati kikilnya, beberapa orang kemudian datang. Ada yang membeli untuk dimakan ditempat, ada juga yang membeli untuk dibawa pulang. Selain kikil, disini juga tersedia sumsum sapi yang konon sangat baik untuk masa penyembuhan setelah mengalami patah tulang atau keretakan tulang. Sedangkan untuk minumannya, hanya tersedia air mineral cup yang sudah tersusun di atas meja tempat bahan-bahan lainnya. Biasanya warung ini sudah mulai menggelar lapaknya mulai dari jam 4 sore sampai jam 12 malam setiap hari. Meskipun tempatnya sangat kecil dan sederhana, tidak kurang dari 14 pasang kaki sapi dan 7-8 kg beras untuk membuat lontongnya selalu habis setiap hari diburu para pembelinya.

Berdasarkan informasi yang Saya terima dari Pak Novianto yang saat ini menjalankan usaha ini, pada awalnya usaha kikil sapi ini dirintis oleh Pak Madekan sekitar tahun 1960-an. Setelah Beliau wafat pada tahun 2001, usaha ini dikelola oleh istri Beliau hingga akhirnya pada 2008 usaha ini diserahkan kepada putranya yang bernama Pak Novianto sampai saat ini. Setelah Saya selesai menikmati kikil sapinya, ternyata beberapa orang yang sedang duduk di lapak sebelahnya juga menikmati kikil sapi Pak Madekan ini. Meskipun tempatnya sangat sederhana dan cukup sempit, tapi menikmati kikil di tempat ini juga cukup menyenangkan, apalagi suasana lalu lintasnya tidak terlalu padat. Biasanya untuk seporsi kikil sapi dibandrol dengan harga 10ribu rupiah. Porsinya memang cukup sedikit, tapi harga segitu tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan rasanya yang istimewa.

Review Kikil Sapi Pak Madekan.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Lengkap di Google Maps