fbpx

Tempat Oleh oleh

Tempat Oleh Oleh Nusantara Indonesia, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Surabaya, Malang,Makassar dan seluruh Indonesia

Telur Asin Tjoa

Telur Asin Tjoa

Selain rasanya yang sudah tidak diragukan lagi, telur asin disini juga dihasilkan dari tiga jenis bebek yang membuatnya menjadi lebih istimewa.Yakni telur dari bebek peternak,bebek liar dan bebek yang khusus memakan udang.
Keripik Kentang Cap Macan

Keripik Kentang Cap Macan

Kota Batu, Malang selain terkenal dengan buah apelnya, kita juga bisa menemukan aneka macam keripik yang terbuat dari buah-buahan, seperti belimbing, nangka, salak dan juga keripik kentang.

Tahu Murni Dan Nata Jaya

Selain toko oleh-oleh, disini juga menyediakan tempat makan yang cukup luas. Bahkan kalau sedang ramai pengunjung, para pemudik tidak segan untuk memesan sambil bersantap di dalam mobil.

Kacang Bogares

Kacang bogares merupakan kacang tanah yang berasal dari salah satu desa di Kabupaten Tegal yang bernama Bogares. Meski secara fisik tidak jauh berbeda dengan kacang tanah pada umumnya, tapi kacang yang berasal dari Desa Bogares ini memiliki cita rasa dan aroma yang berbeda.
Pia Ceng Long

Pia Asli Suroboyo Ceng Long

Pia Ceng Long sekarang sudah menambah variasi rasanya menjadi lebih lengkap, yaitu kacang hijau, keju, coklat dan durian. Untuk rasa kacang hijau, kue pianya bebentuk bulat agak sedikit gepeng, tersedia dalam 2 ukuran, kecil dan besar dan dikemas dalam kemasan kertas berwarna merah.
PILIHAN EDITOR
Kue Dollar

Kuweh Dollar Tjap Masin

Dinamakan kue dollar mungkin karena bentuk kue ini yang bundar (walaupun tidak rata) dan pipih seperti uang logam. Terbuat dari adonan telur, tepung terigu, dan air yang kemudian dicetak dengan mesin khusus yang terbuat dari besi dan alumunium.
Kue Bikang Peneleh

Kue Bikang Peneleh

Kue bikang ini merupakan kue bikang terlama dan masih menjadi favorite bagi sebagian besar warga Surabaya maupun mereka yang berasal dari luar kota.
Serabi Notosuman Ny Lidia

Serabi Notosuman (Ny. Lidia)

Berbicara tentang kue serabi, pasti akan teringat dengan kue Serabi Notosuman yang ada di Solo. Meski merupakan salah satu kue jajanan pasar, namun keberadaan kue ini sudah menjadi salah satu oleh-oleh yang khas dari kota Solo. Dengan menempati salah satu bangunan yang ada di Jl. Moh. Yamin, Ny. Lidia mulai mengelola usaha kue serabi sejak tahun 1990-an. Ketika Saya bersama tim wisatakuliner.com tiba dilokasi, tempat parkirnya sudah cukup penuh, sehingga mobil kami hanya diparkir di tepi jalan. Dari depan sudah terlihat kesibukan para karyawannya yang menggunakan seragam hijau sedang mencetak kue serabi. Berdasarkan informasi yang Saya terima ketika singgah ke toko Serabi Notosuman Ny. Lidia, usaha ini dirintis sejak tahun 1923 oleh Ho Gieng Hok di daerah Notosuman (sekarang Jl. Moh. Yamin). Sehingga kue serabinya dikenal dengan nama kue Serabi Notosuman. Setelah Beliau meninggal dunia, usahanya kemudian dilanjutkan oleh anak cucunya hingga sekarang. Ny. Lidia merupakan salah satu penerusnya, warna hijau yang dominan menjadi salah satu ciri khasnya secara fisik. Pada umumnya proses pembuatan kue serabi masih dengan cara tradisional, yaitu menggunakan anglo dan arang sebagai bahan bakarnya. Namun untuk Serabi Notosuman Ny. Lidia, proses pembuatannya sudah semi modern. Wajan-wajan kecil disusun di atas meja-meja alumunium dengan kompor gas sebagai bahan bakarnya. Sedangkan dalam pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga kue ini hanya bisa dinikmati selama 24 jam setelah proses pembuatan. Ada dua pilihan rasa yang tersedia, original dan cokelat. Biasanya Ny. Lidia membutuhkan tepung beras antara 75-100 kg setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pembelinya yang selalu datang dan pergi tanpa henti. Kue serabi paling enak dinikmati dalam keadaan hangat, tapi kalau pun sudah dingin rasanya juga tidak jauh berbeda, asalkan belum melewati batas waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Kue serabi yang original rasanya gurih dan manis, teksturnya masih sedikit basah dan lembut dengan ukuran yang lumayan besar. Pada saat dimakan akan terasa penuh, dalam arti rasa manis dan gurihnya santan kuat, tidak setengah-setengah. Sedangkan yang cokelat sama dengan original hanya ditambahkan meises coklat yang banyak di atasnya sehingga rasa manis coklatnya cukup terasa. Biasanya kue serabi sebelum dimasukkan ke dalam kemasan kardus kecil, terlebih dahulu digulung dan dibungkus menggunakan daun pisang. Untuk serabi original dibandrol dengan harga 1.800 rupiah, dan untuk yang cokelat dibandrol 2.000 rupiah. Dalam satu kotak bisa diisi sesuai dengan permintaan pembeli, bisa satu jenis atau campur. Biasanya Ny. Lidia bersama pegawainya sudah mulai melayani pembeli sejak pukul 4 pagi sampai pukul 6 sore hari. Dan sampai saat ini, Kue Serabi Notosuman Ny. Lidia sudah memiliki beberapa cabang, ada yang di Kudus (Jl. Sunan Muria 16B), Boyolali (Jl. Pandanaran 233) dan Jogjakarta (Jl. Bhayangkara 63 B, Patuk).
Srabi Notosuman

Srabi Notosuman

ue serabi berbentuk bulat walaupun tak bundar, dengan bagian pinggirnya yang kering dan bagian tengahnya yang mengembung tebal. Jika dimakan bagian pinggirnya terasa kres kres dan bagian tengahnya terasa sekali kelembutan campuran dari adonan dengan santan yang kental.
Orion

Roti Mandarijn – Orion

Kue Mandarijn-nya tersedia dalam tiga pilihan, yaitu : Mandarijn biasa, Mandarijn kismis dan Mandarijn special. Perbedaan antara kue Mandarijn biasa dan special adalah pada menteganya, yang Mandarijn special memakai mentega rumbotter sehingga lebih berasa.
PILIHAN EDITOR

POPULER

BERSPONSOR
Bnr 04 Lanneke Bakery Banner

TERKINI