Taman Nasional Gunung Rinjani

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merupakan salah satu ekosistem dengan tipe hutan hujan pegunungan dan savanna yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. TNGR meliputi daerah sekitar kawasan Gunung Rinjani, dengan luas taman ±40.000 hektar yang dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas ±76.000 hektar. Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia, terletak ±3.726 meter dari permukaan laut.

Gunung Rinjani memiliki kawah yang cukup luas, didalamnya terdapat sebuah danau kawah yang disebut danau Segara Anak. Danau ini dipercaya memiliki kekuatan magis, menurut cerita yang beredar di masyarakat, apabila Danau Anak terlihat luas, menandakan bahwa usia orang yang melihatnya masih panjang. Begitu juga sebaliknya, jika tampak sempit, maka menandakan orang yang melihatnya berusia pendek. Dan untuk itu, sebaiknya melakukan bersih diri dan berjiwa tenang sebelum memandang kembali Danau Segara Anak.

Selain itu, juga ada misteri lain tentang Dewi Anjani yang konon merupakan keturunan langsung Raja Selaparang. Hasil pernikahan Sang Raja dengan makhluk halus yang bermukim di Gunung Rinjani, ketika Beliau memohon hujan untuk daerahnya karena kekeringan panjang yang melanda Kerajaan Selaparang pada masa itu. Oleh karena itulah, hingga saat ini masyarakat Suku Sasak dan Hindu Dharma di Pulau Lombok sering melakukan Upacara Mulang Pekelem.

Pendakian Gunung Rinjani merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Dengan puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak sebagai tujuan utama sebagian besar petualang dan pecinta alam, baik yang berasal dari nusantara maupun mancanegara. Ada beberapa jalur utama dan resmi yang bisa ditempuh dalam proses pendakian, diantaranya ada Jalur Sembalun, Jalur Senaru dan Jalur Torean.

Namun dari ketiga jalur tersebut, untuk Jalur Senaru yang paling ramai ditempuh oleh para pendaki. Hal itu disebabkan karena jalur ini juga digunakan sebagai jalur trekking. Selain itu, jalur Senaru juga digunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat yang akan melakukan ritual adat/ keagamaan di Puncak Gunung Rinjani atau Danau Segara Anak. Meski demikian, setiap jalur memiliki keindahan tersendiri dan juga fasilitas yang tidak jauh berbeda yang disediakan oleh Pengelola TNGR. Menurut informasi yang kami terima, untuk melakukan pendakian sebaiknya antara bulan Juli sampai bulan Agustus (petengahan). Dan sebelum melakukan pendakian, ada baiknya konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak Pengelola TNGR.

Photo Galleries