STMJ Pak Sentot

Malang dikenal sebagai kota yang memiliki suhu udara yang cukup sejuk. Bila matahari mulai tenggelam dan malam semakin gelap, udara di daerah Malang pun semakin dingin. Tidak sedikit penduduk kota Malang yang sering menghangatkan tubuhnya dengan menikmati segelas STMJ. Sedangkan STMJ sendiri merupakan racikan minuman tradisional yang terdiri dari susu, telur, madu dan jahe. Selain untuk menghangatkan tubuh, STMJ juga baik untuk menjaga stamina tubuh mengingat komposisinya yang cukup lengkap.

Salah satu STMJ yang terkenal di kawasan Malang yaitu “STMJ Pak Sentot” yang ada di daerah Bareng Kulon. Tempatnya agak kecil dan nyempil di dalam sebuah gang, namun untuk menemukannya tidaklah terlalu sulit. Kalau sedang  melintas di daerah jalan Ijen, tinggal menuju ke arah jalan Kawi Atas dan belok ke kiri (di samping distro Planet Surf) masuk dalam sebuah gang 6. Ikuti saja terus gang tersebut, dari jauh sudah kelihatan sebuah keramaian di tikungan jalan dekat dengan bedak rokok di dalam gang tersebut. Di jalan Bareng Kulon Gg. 6 inilah, kita bisa menikmati STMJ yang legendaris dan sudah menjadi langganan lintas generasi. Kebanyakan para pelanggannya rentang usia 40 tahun hingga para remaja yang masih bergelar sebagai mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa di Kota Malang tidak ada yang tidak mengenal STMJ Pak Sentot.

Ketika tim wisatakuliner.com tiba dilokasi, jarum jam masih menunjukkan angka 8. Dari kejauhan, warung STMJ Pak Sentot terlihat ramai di tengah kesunyian malam itu. Di area parkir sudah berderet sepeda motor yang tertata rapi, bangku-bangku dipenuhi oleh para mahasiswa maupun bapak-bapak yang sedang menikmati segelas STMJ sambil bercengkrama. Setelah mendapatkan tempat parkir, kami pun langsung masuk ke dalam warung dan memesan segelas STMJ. Suasana di warung STMJ Pak Sentot begitu hidup, mereka semua larut dalam perbincangan masing-masing, baik yang di dalam warung maupun yang sedang ada di luar warung. Sedangkan sang penjual dengan lincah dan terampil meracik STMJ tanpa henti. Suasananya begitu santai, meski ramai tapi tidak berisik dan riuh. Dan tak lama kemudian, segelas STMJ yang masih panas diantarkan.

STMJ yang ditawarkan memang bisa membuat siapa pun ingin kembali untuk menikmatinya, aroma dan amisnya telur tidak terasa sama sekali. Perpaduannya dengan susu murni juga tidak terlalu manis, ditambah dengan jahe yang membuat tubuh terasa lebih hangat di tengah dinginnya udara Kota Malang. Kami menghabiskan waktu cukup lama di kedai ini, tempatnya memang sangat cocok untuk menghabiskan dinginnya malam sambil bersantai. Malam kian larut, motor-motor yang memenuhi area parkir pun mulai berkurang. Dan tak lama kemudian, area parkir dipenuhi lagi dengan kendaraan roda empat sampai kami meninggalkan lokasi.

Ada cukup banyak variasi racikan minuman yang disajikan bagi para pengunjungnya, ada STMJ biasa, STMJ Jaddam (bercita rasa Arab), jahe telor Jaddam (bercita rasa Arab), susu telor madu, susu jahe, jahe telor madu dan masih banyak lagi. Selain itu, kedai ini juga menyediakan roti bakar dengan berbagai variasi rasa sebagai teman saat menikmati hangatnya racikan STMJ. Bagi yang ingin menikmati hangatnya STMJ Pak Sentot sambil bersantai bersama sahabat, bisa datang ke kedai ini mulai jam 5 sore sampai jam 12 malam setiap hari.

(Lila, Oktober 2011)
Sumber foto : koleksi www.wisatakuliner.com

Menu Utama

menu utama

Photo Galleries