Home Tempat Wisata Jawa Timur Gua Gong

Gua Gong

5.0/5 rating (1 votes)

Gua Gong merupakan salah satu obyek wisata gua dari banyak gua yang tersembunyi di perut gunung-gunung kecil yang ada di Pacitan. Gua ini berada sekitar 256 meterdari permukaan tanah. Di gua itu terdapat stalaktit, batuan kapur berbentuk kerucut di langit-langit gua, dan stalagmit, batuan kapur yang berdiri tegak di dasar berusia ratusan tahun. Menurut beberapa peneliti dan wisatawan mancanegara, gua ini merupakan gua dengan stalaktit dan stalagmit yang paling indah di Asia Tenggara.

Proses ditemukannya Gua Gong sendiri terjadi secara tidak sengaja. Alkisah, pada suatu ketika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga di Dusun Pule terjadi kekeringan. Air sangat sulit untuk diperoleh. Jangankan untuk bercocok tanam, untuk air minum dan keperluan sehari-hari saja mengalami kekurangan. Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo berinisiatif untuk mencari air ke dalam gua yang ada di tempat itu. Dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mecoba menelusuri lorong-lorong gua. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya. Penemuan itu terjadi sekitar tahun 1930.

Selama 65 tahun gua itu dibiarkan terbengkalai begitu saja. Hingga akhirnya pada hari Minggu Pon, 5 Maret 1995, dimulailah eksplorasi terhadap gua tersebut. Singkat cerita satu rombongan yang berjumlah delapan orang berhasil menemukan dan menyusuri lorong-lorong yang ada di gua tersebut . Karena usaha merekalah keindahan Gua Gong bisa dinikmati oleh wisatawan hingga saat ini.

Penamaan gua Gong sendiri berkaitan dengan salah satu nama perangkat gamelan Jawa. Konon pada saat-saat tertentu, di gunung yang ada guanya tersebut sering terdengar bunyi-bunyian seperti gamelan jawa, pertunjukan reog, terbang-an bahkan sering terdengar orang menangis yang memilukan. Karena itu masyarakat sekitar menamakan gua tersebut menjadi Gua Gong.

Karena itu sebelum masuk ke gua harus diperhatikan tata tertib masuk gua, diantaranya: berbicara sopan, saling menghormati, berjalan melalui jalur yang sudah ditentukan, setiap rombongan harus didampingi oleh pemandu. Begitupun untuk syuting komersial juga tidak diperbolehkan kecuali syuting dokumenter, itupun harus melakukan proses perijinan terlebih dahulu.

Menyusuri jalan menuju lokasi gua ini sebenarnya sudah merupakan wisata tersendiri. Mata Anda akan dimanjakan dengan deretan bukit gamping dan hijaunya hutan jati yang menghiasi sisi kanan dan kiri jalan. Aroma khas bukit kapur dan daun jati menyambut saat Anda menapakkan kaki di tempat parkir Gua Gong.

Begitu kaki menapakkan langkah di lorong pertama gua, Anda akan disambut oleh deretan ornamen yang menyerupai sedotan yang berebut memenuhi langit-langit gua. Semakin Anda melangkah ke dalam, semakin banyak stalaktit dan stalagmit yang menyambut Anda. Semua penuh memadati lorong gua, menghiasi tiap meter sisi tangga. Ornamen-ornamen itu diperkirakan berusia ratusan tahun. Di beberapa tempat, stalaktit dan stalagmit bertemu hingga membentuk tiang (column) yang menyerupai pilar-pilar bangunan gotik. Ornamen itu terlihat lebih indah karena terkena pantulan cahaya lampu warna-warni.

Satu ornamen yang sangat indah adalah sekumpulan tirai (drapery) raksasa yang dipenuhi oleh bintik-bintik mutiara laksana ribuan pendar cahaya kunang-kunang. Suasana gua yang temaram semakin menambah gemerlap ribuan titik-titik kecil itu. Keindahan ornamen Gua Gong yang sangat memukau diabadikan dengan berbagai nama, misalnya Selo Cengger Bumi, Selo Gerbang Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin, dan Selo Susuh Angin.

Selain keindahan stalaktit dan stalagmitnya, Goa Gong juga memiliki lima sendang yang bernilai magis bagi yang mempercayainya. Sendang-sendang tersebut antara lain: Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Relung Nisto yang dipercaya memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit.

Gua Gong juga memiliki beberapa ruangan. Ruang pertama adalah ruang Sendang Bidadari yang terdapat sendang kecil dengan air dingin dan bersih di dalamnya. Di sebelahnya adalah ruang Bidadari. Menurut cerita, di ruangan ini kadang melintas bayangan seorang wanita cantik yang menyerupai bidadari. Ruang ketiga dan keempat adalah ruang kristal dan marmer, di mana di dalam ruangan tersebut tersimpan batu kristal dan marmer dengan kualitas yang mendekati sempurna. Ruangan kelima merupakan ruangan yang paling lapang. Di tempat ini pernah diadakan konser musik empat negara (Indonesia, Swiss, Inggris, dan Perancis) dalam rangka mempromosikan keberadaan Gua Gong ke mancanegara. Ruang keenam adalah ruang pertapaan, dan ruang terakhir adalah ruang Batu Gong. Di ruangan ini terdapat batu-batu yang apabila kita tabuh akan mengeluarkan bunyi seperti Gong.

Akses menuju Gua Gong

Jarak dari Kota Pacitan ke Gua Gong sekitar 30 kilometer. Jalan raya yang mulus dengan beberapa petunjuk jalan akan memudahkan Anda menjangkau obyek wisata tersebut.Untuk mencapai Gua Gong, Anda dapat menggunakan dua jalur. Jalur pertama adalah jalur yang melalui Pracimantoro, Wonosari, Gunung Kidul. Sedangkan jalur yang kedua dari Kota Pacitan. Cara termudah mencapai Pacitan adalah lewat Solo. Dari kota itu tersedia cukup banyak bus dan jalannya lebar serta mulus.Sebaliknya, jika Anda berangkat dari Surabaya, Anda harus berganti angkutan tiga kali. Dari Surabaya menuju Madiun, lalu berganti bus ke Ponorogo. Dari Ponorogo Anda naik bus kecil jurusan Pacitan.

(Sika, Mei 2011)

Sumber : http://www.lamongan.go.id, http://www.indonesia.travel, http://www.wisatajawa.com

Sumber foto : berbagai sumber

Specifications

  • Tiket Masuk: Rp. 4.000 / orang Rp. 4.000 / orang
  • Jam Buka: 09.00 - 17.00
  • Alamat Lokasi: Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Share this product

banner pia baliku okt
joglobali


Copyright Wisata Kuliner 2011